Sejarah Fakultas Ushuluddin dan Adab

Berdasarkan Keppres No. 11 tahun 1997 tanggal 21 Maret 1997  tentang berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Fakultas Syari’ah IAIN “SGD” Serang berubah statusnya menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin Banten” Serang, bersama-sama dengan fakultas-fakultas daerah lainnya di Indonesia.

Setelah Banten berubah menjadi propinsi, berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2000, terjadi pula alih Status STAIN ”SMHB” Serang menjadi IAIN ”SMH” BantenAlih status kelembagaan menjadi IAIN terwujud, dengan lahirnya  Keputusan Presiden nomor 91 tahun 2004 tanggal 18 Oktober 2004 yang mengubah status STAIN “SMHB” Serang menjadi IAIN “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten.

Keppres No. 91 Tahun 2004 tersebut kemudian disusul dengan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 5 tahun 2005 tanggal 3 Januari 2005 yang mengatur tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN “SMH” Banten. Berdasarkan Keputusan Menteri Agama tersebut IAIN “SMH” Banten memiliki 1 (satu) Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan, 7  (tujuh) Bagian dan 16 (enam belas) Sub Bagian serta 3 (tiga) Fakultas, yaitu Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Adab, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Pada tahun 2013 terjadi perubahan nomenklatur, yakni bergabungnya Adab, sehingga Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab.

Seiring dengan berubahan bentuk IAIN SMH Banten menjadi Universitas Islam Ngeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten berdasarkan Keputusan Presiden No. 39 Tahun 2017, maka Fakultas Ushuluddin dan Adab berdiri berdasarkan PMA No 23 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja dan PMA No 32 Tahun 2017 tentang Statuta Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. PMA tersebut juga yang mendasari pemekaran Fakultas Dakwah yang sebelumnya bergabung dalam Fakultas Ushuluddin Dakwah dan Adab berdasarkan pada PMA No 10 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Serang.