KINMU National Student Webinars ke-2 Sukses Digelar, Soroti Relasi Teologi Islam dan Kecerdasan Buatan

PADANG – Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang sukses menyelenggarakan rangkaian KINMU National Student Webinars seri kedua yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Senin, 25 Mei 2026. Mengangkat tema mutakhir mengenai “Teologi Islam dan Kecerdasan Buatan”, forum akademik ini menjadi ruang diskursus strategis dalam merespons perkembangan disrupsi teknologi melalui kacamata ilmu agama.

Kegiatan ini menghadirkan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Dr. Masykur, M.Hum., yang bertindak sebagai المتحدث الرئيسي. Dalam pemaparannya, beliau mengupas tuntas kerangka filosofis dan tantangan etis yang muncul ketika Teologi Islam dan Kecerdasan Buatan (AI) mer.espons terhadap Kekerasan Seksual di Pesantren dalam Perspektif Filsafat Agama. Menurutnya bahwa kekerasan seksual di ruang keagamaan bukan sekadar deviasi individual, tetapi moral evil yang lahir dari penyalahgunaan kebebasan, kuasa, dan simbol sakral.

“Beberapa kesimpulan dari apa yang disampaikan bahwa kasus kekerasan seksual di pesantren harus dibaca sebagai krisis teologis, bukan hanya krisis hukum. Maka Prinsip tauḥīd membongkar otoritas absolut dengan ‘adl dan rahmah menuntut pemulihan korban. AI dapat mendukung safeguarding, tetapi wajib tunduk pada amanah, privasi, keadilan, dan martabat manusia” paparnya.

Menanggapi urgensi dari kajian ini, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Sefriyono, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini serta keterlibatan aktif mahasiswa dari berbagai wilayah.

“Tema yang diangkat pada seri kedua ini sangat relevan dengan tantangan zaman. Pergeseran peradaban akibat kecerdasan buatan memerlukan respons teologis yang adaptif dan komprehensif. Melalui wadah ini, kita berharap mahasiswa Fakultas Ushuluddin tidak hanya menjadi pengamat teknologi, melainkan mampu merumuskan pijakan etis dan teologis dalam merespons kemajuan AI. Inisiatif kolaboratif seperti ini sangat esensial untuk memperkuat nalar kritis mahasiswa di tingkat nasional,” ungkapnya.

Diskusi berjalan interaktif dengan panduan moderator Rafiatul Hasanah dari UIN Imam Bonjol Padang. Forum ini semakin komprehensif dengan hadirnya tujuh narasumber yang merupakan perwakilan mahasiswa unggulan dari tujuh Fakultas Ushuluddin UIN di seluruh Indonesia. Para narasumber muda yang turut mempresentasikan gagasannya meliputi:

Annisa Putri Nabila (UIN Raden Fatah Palembang)

Muhammad Ilyas (UIN Antasari Banjarmasin)

Muhammad Farhan Hidayat (UIN Alauddin Makassar)

Anton Sutompul (UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten)

Arha Raihanu Surur (UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto)

Azrian Isyfaul Fuadi (UIN Imam Bonjol Padang)

Luftia (UIN Mataram)

Pemaparan dari para narasumber menyoroti berbagai sudut pandang menarik, mulai dari integrasi teknologi dalam pemahaman teks suci, dampak AI terhadap otoritas keagamaan, hingga upaya harmonisasi antara nalar komputasional dan spiritualitas.

Keberhasilan KINMU National Student Webinars seri kedua ini membuktikan bahwa iklim penelitian dan kajian di lingkungan mahasiswa Ushuluddin terus berkembang secara dinamis. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pijakan kuat untuk kolaborasi riset antar-institusi yang lebih masif di masa mendatang.

اترك رد