
SERANG – Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menerima kunjungan strategis dari Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Rabu, 14 Januari 2026. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 2 FUDA ini difokuskan pada acara Sosialisasi dan Promosi Program Studi Magister (S2) dan Doktor (S3) Sejarah Peradaban Islam (SPI).
Acara ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk mempererat kerja sama akademik, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui jenjang pendidikan pascasarjana.
Komitmen Pengembangan SDM
Dekan FUDA UIN SMH Banten, Dr. Masykur, M.Hum., dalam sambutannya menyambut hangat kehadiran delegasi dari Jakarta. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar-perguruan tinggi Islam untuk mencetak pakar sejarah yang mumpuni.
“Kehadiran tim dari UIN Jakarta ke kampus kami bukan sekadar sosialisasi, tapi merupakan jembatan bagi para alumni dan dosen kami untuk melanjutkan estafet keilmuan. Kami mendorong penuh para civitas akademika FUDA untuk mengambil peluang di prodi Magister dan Doktor SPI UIN Jakarta yang secara historis dan kualitas sudah sangat teruji,” ujar Dr. Masykur.
Peluang Kolaborasi Riset
Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FAH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Ida Farida, M.LIS., menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan minat riset di bidang sejarah dan humaniora.
“Kami ingin mengajak rekan-rekan di UIN Banten untuk bergabung dalam ekosistem akademik di FAH UIN Jakarta. Dengan semangat integrasi ilmu, kami yakin lulusan dari Banten akan membawa perspektif sejarah lokal yang kaya untuk dikembangkan di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Dr. Ida.
Menuju Ahli Sejarah Masa Depan
Puncak acara diisi dengan paparan mendalam dari Ketua Program Studi S2 & S3 SPI UIN Jakarta, Prof. Dr. Jajat Burhanuddin. Beliau membedah kurikulum, peluang beasiswa, hingga fokus riset yang menjadi unggulan di prodi yang dipimpinnya.
“Program Magister dan Doktor SPI kami dirancang untuk mencetak sejarawan yang tidak hanya hafal data, tapi mampu melakukan analisis kritis terhadap peradaban Islam. Kami menunggu kontribusi intelektual dari keluarga besar UIN SMH Banten untuk bersama-sama menghidupkan kembali kejayaan sejarah Islam melalui jalur akademik,” tegas Prof. Jajat.
Pertemuan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan ramah tamah. Kerjasama ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dengan pengiriman delegasi mahasiswa atau riset kolaboratif antara kedua fakultas di masa mendatang.



