Dies Natalis Ke-59, UIN Banten Hadirkan Menteri BUMN RI

Serang-fuda. Dalam gelaran pembukaan Senat Terbuka Dies Natalis ke-59, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menghadirkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (BUMN) pada Rabu (20/10/2021).
Acara yang digelar di Aula Syadzili Hasan ini, turut dihadiri tamu undangan gubernur Banten, Komisi 8 DPR RI, ketua PWNU Banten. Selain itu hadir juga para pejabat dari Angkasa Pura Persero, Dirut Bank Mandiri, serta para Rektor di Banten.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Banten Wawan Wahyuddin menuturkan, bahwa hari ini menjadi catatan sejarah di UIN Banten bisa menggandeng dan bersinergi dengan menteri BUMN melalui penandatangan dalam kerjasama MOU.

“Kampus yang berwawasan global harus mampu membuka ruang dalam kerja sama ke berbagai pihak, maka selain dari BUMN juga kita akan bekerjasama dengan kampus swasta seperti dalam hal ini yaitu IAIB”, ujarnya.

Selain itu, rektor Juga mengingatkan, Perayaan Dies Natalis UIN Banten ini tidak lepas dari kilas sejarah tokoh panutan Maulana Hasanuddin sebagai sultan pertama yang telah berjuang dengan penuh semangat dan mampu bersinergi dengan berbagai pihak sehingga Banten menjadi daerah yang maju pada masanya.

“Penamaan UIN Sultan Maulana tidak lepas dari figur dan tokoh yang sangat luar biasa dalam birokrasi dan hubungan diplomatik yang baik, maka hari ini kita ingin menapaktilasi seperti lalu, yaitu UIN Banten menjadi kampus yang berdaya saing dengan kampus yang sudah maju bahkan di dunia”. Tuturnya.

Sambutan yang dilanjut dengan orasi ilmiah oleh menteri BUMN H.Eric Thohir, B.A., M.B.A menyampaikan, bahwa era baru kementerian BUMN akan digencarkan melalui pergerakan dan pemikiran, sehingga menjadi transformasi yang berbasis human capital dan strategi besar.

“Pergerakan transformasi itu tidak akan tercapai kecuali melalui akhlak sebagai fondasinya, dimana ia mengacu kepada lima dasar transformasi yaitu harmonis, loyal, adaptif, amanah dan kompeten.” Tuturnya.

Kontribusi BUMN tidak dapat dipungkiri menjadi kekuatan 1/3 ekonomi Indonesia era globalisasi. Eric melanjutkan, dulu Indonesia dijajah VOC, tpi sekarang dijajah persaingan bisnis global, sehingga kuncinya adalah dengan melakukan kompetisi dengan skala yang lebih luas di dunia internasional.

“Sebetul kita mampu berkompetisi dengan negara lain, bahwa ada embrio di BUMN ini yang harus dilecut dan ditiru ke cluster lain pada perusahaan yang sudah mendunia,” imbuhnya.

Sekalipun Covid-19 ini mampu mempengaruhi 90 persen terhadap dampak usaha, tapi hal ini bisa dilakukan melalui efisiensi operasional, sehingga masih ada dampak terhadap perbaikan kepada negara.

“Di tengah kesulitan covid bukan waktunya bertahan tapi introspeksi diri mana yang kurang baik maka harus diperbaiki dan sekarang sudah waktunya bangkit sesuai arah transformasi,” pungkas Eric.

Sidang senat tersebut sekaligus juga diakhiri dengan penandatangan MOU dengan Human Capital Indonesia dan Institut Agama Islam Banten (IAIB) dan
bantuan 10 laptop dari akngasa pura persero.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top