Ekoteologi sebagai Konstruksi Tafsir Tauhidik

Kajian Tafsir atas Relasi Manusia, Alam, dan Tuhan dalam Al-Qur’an

Authors

  • Zulkifli Fahmi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Author
  • Tazkia Shofiaturrahmah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Author
  • Nazwa Nabilatun UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Author
  • Achmad Hudaefi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Author

DOI:

https://doi.org/10.32678/nsgjrn11

Keywords:

Ekoteologi Qur’ani, Tauhid, Etika Lingkungan

Abstract

Krisis ekologi kontemporer menuntut pembacaan Al-Qur’an yang tidak berhenti pada pendekatan etis-normatif, melainkan berangkat dari fondasi teologis yang membentuk relasi manusia dengan alam. Artikel ini mengkaji eco-teologi sebagai konstruksi tafsir tauhidik melalui pendekatan tafsir maudhu’i dengan menelaah relasi integral antara Tuhan, manusia, dan alam dalam Al-Qur’an. Metode tafsir maudhu’i digunakan melalui tahapan penetapan tema, inventarisasi ayat-ayat tentang kekhalifahan manusia, larangan fasad, prinsip keseimbangan kosmik (mizan), serta pemaknaan alam sebagai ayat-ayat kauniyyah. Analisis dilakukan dengan merujuk pada tafsir klasik dan kontemporer untuk mengungkap dimensi teologis ayat sekaligus relevansinya dengan krisis lingkungan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an membangun eco-teologi sebagai teologi relasional berbasis tauhid, di mana Allah diposisikan sebagai pusat kosmos, alam sebagai ciptaan yang sakral dan bertasbih, serta manusia sebagai khalifah sekaligus hamba yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam. Eco-teologi Qur’ani ini berfungsi sebagai landasan teologis bagi pengembangan etika lingkungan Islam.

References

Abdul Basit. (2025). Tasawuf Falsafi dan Lingkungan: Menuju Ecosufisme Kontemporer. Majalengka: CV Edupedia Publisher.

Ahmad bin Hanbal. (t.t.). Musnad Ahmad. Juz 1. Beirut: Dār al-Fikr.

Al-Baihaqī. (2003). Sunan al-Kubrā. Juz 1. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Bukhārī, Muḥammad bin Ismā‘īl. (1987). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Juz 3. Beirut: Dār Ibn Kathīr.

Al-Ghazālī, Abū Ḥāmid. (t.t.). Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn. Juz 3. Beirut: Dār al-Ma‘rifah.

Al-Qaraḍāwī, Yūsuf. (2001). Ri‘āyat al-Bī’ah fī al-Sharī‘ah al-Islāmiyyah. Kairo: Dār al-Shurūq.

Al-Qurṭubī, Abū ‘Abd Allāh Muḥammad bin Aḥmad. (2006). Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān. Kairo: Dār al-Kutub al-Miṣriyyah; Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Asrori, Mohammad, et al. (2025). “Water Conservation in the Qur’anic Perspective: A Thematic Analysis of Ethical Water Usage in Purification Rituals.” Studia Ecologiae et Bioethicae, 23(3), 35–47. https://doi.org/10.21697/seb.5854

Athiyah, Cut N. Ummu. (2017). “Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis.” Jurnal Bimas Islam, 10(2), 321–354.

Aulia, A. G. (2022). “Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Menurut Hadis.” Jurnal Riset Agama, 1(1), 187–196. https://doi.org/10.15575/jra.v1i1.14367

Departemen Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Fadhli, Muhajirul, et al. (2020). “Pemaknaan Kata Tasbih pada Awal Surat Al-Qur’an.” TAFSE: Journal of Qur’anic Studies, 5(1), 135–154. https://doi.org/10.22373/tafse.v5i1.12550

Fadli, Muhammad, et al. (2025). “Larangan Merusak Lingkungan dalam QS. Al-A‘rāf [7]: 56 Perspektif Tafsir Maqāṣidī.” Qur’ania: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 1(2), 14–28. https://jurnalalkhairat.org/ojs/index.php/qurania/article/view/1030

Ḥajar al-‘Asqalānī, Ibn. (1379 H). Fatḥ al-Bārī bi Sharḥ Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Beirut: Dār al-Ma‘rifah.

Iswanto, A. (2015). “Relasi Manusia dengan Lingkungan dalam Al-Qur’an: Upaya Membangun Eco-Theology.” SUHUF, 6(1), 1–18. https://doi.org/10.22548/shf.v6i1.32

Khalid, Fazlun M. (2002). “Islam and the Environment.” Journal of Islamic Studies, 13(1).

Khidri, M. (2018). “Kepemimpinan dalam Perspektif Hadis.” Rihlah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, 5(2), 32–79. https://doi.org/10.24252/rihlah.v5i2.4162

Mappanyompa, et al. (2023). “Eco-Theology dalam Perspektif Al-Qur’an.” Ibtida’iy: Jurnal Prodi PGMI, 8(1). https://doi.org/10.31764/ibtidaiy.v8i1.14904

Muslim bin al-Ḥajjāj. (1991). Ṣaḥīḥ Muslim. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Nur, A., bin Husin, H., & Yasir, M. (2025). “Qur’anic Ecotheology and the Ethics of Forest Protection in Indonesia.” Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Hadis, 26(2), 351–382.

Shahid, Ahmad. (2020). “Moral Kekhalifahan Manusia dalam Al-Qur’an Menurut Teori Ecotheology Islam.” Jurnal Perspektif, 4(2), 82–106.

Shihab, Quraish, M. (2002). Tafsir al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.

Sulaiman, H., & Asadiyah, P. Z. N. (2025). “Nilai-Nilai Edukatif tentang Hidup Sederhana Perspektif Al-Qur’an Surat Al-Isrā’ Ayat 29.” MASAGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(1), 71–78. https://doi.org/10.37968/masagi.v4i1.1046

Wartini, Atik. (2014). “Corak Penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah.” HUNAFA: Jurnal Studia Islamika, 11(1), 109–126. https://doi.org/10.24239/jsi.v11i1.343

Wijaya, Meliana Esmiralda, et al. (2025). “Konsep Isrāf dan Tabdhīr dalam Al-Qur’an.” Jurnal Kajian Agama Islam, 9(1), 75–80.

Downloads

Published

2026-01-27

Issue

Section

Articles