Perkembangan Kajian Hadis di Indonesia
Telaah Karakteristik dan Orientasi Kajian Abad XVII–XXI
DOI:
https://doi.org/10.32678/0r9erw55Keywords:
sejarah intelektual, historiografi, kajian hadis, Nusantara, transformasi keilmuanAbstract
Kajian mengenai sejarah perkembangan hadis di Indonesia selama ini cenderung berfokus pada biografi ulama, jaringan intelektual, dan inventarisasi karya-karya hadis, sehingga transformasi kajian hadis sebagai disiplin keilmuan belum banyak dikaji secara komprehensif. Akibatnya, dinamika perkembangan kajian hadis, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta perubahan orientasi keilmuannya dari masa ke masa belum tergambarkan secara utuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kajian hadis di Indonesia dari abad ke-17 hingga abad ke-21 melalui perspektif sejarah intelektual dengan menitikberatkan pada periodisasi, konteks sosio-historis, serta perubahan corak dan karakteristik kajian hadis pada setiap periode. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan sejarah intelektual. Data diperoleh dari karya-karya representatif ulama hadis Nusantara dan berbagai literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis melalui anaalisis periodisasi, sosio-historis, corak kajian, dan historiografi intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan perkembangan kajian hadis di Nusantara bukan disebabkan oleh minimnya eksistensi hadis dalam kehidupan keagamaan masyarakat, melainkan oleh dominasi orientasi dakwah, fikih, dan tasawuf pada masa awal Islamisasi, yang diperkuat oleh dinamika politik-keagamaan dan konflik teologis sehingga menghambat perkembangan metodologi ilmu hadis. Penelitian ini juga mengidentifikasi lima fase perkembangan kajian hadis di Indonesia, yaitu fase islamisasi, institusionalisasi awal, stagnasi metodologis, kebangkitan melalui jaringan intelektual Haramain, dan modernisasi akademik. Setiap fase menunjukkan perubahan fungsi, orientasi, dan karakter kajian hadis yang dipengaruhi oleh interaksi antara jaringan ulama, kondisi sosial-politik, perkembangan lembaga pendidikan, dan kebutuhan umat Islam. Penelitian ini berkontribusi memperkaya historiografi kajian hadis di Indonesia melalui penyusunan periodisasi yang lebih komprehensif serta penegasan bahwa perkembangan studi hadis merupakan proses transformasi intelektual yang berlangsung secara evolutif dari tradisi normatif menuju disiplin akademik yang metodologis, kontekstual, dan interdisipliner.
Downloads
References
Aḥmad, Muḥammad. “Early Islamic Sufism and Sharī’ah Sciences: Status and Inter-Relationships.” Bulletin of The Faculty of Languages & Translation 18, no. 2 (2020): 301–18. https://doi.org/10.21608/bflt.2020.166240.
Al-Ayyubi, M. Zia. “Pemikiran Mahmud Yunus Tentang Hadis Etika Dan Kontribusinya Terhadap Perkembangan Kajian Hadis Di Indonesia.” Jurnal Studi Hadis Nusantara 4, no. 2 (2022): 149. https://doi.org/10.24235/jshn.v4i2.12992.
Arfan, Arfan, As’ad As’ad, Edi Kurniawan, Massuhartono Massuhartono, Ghina Nabilah Efendi, dan Mukhlas Nugraha. “Orthodoxy and Heresy in the Thought of Nūr al-Dīn al-Rānīrī: Shaṭaḥāt, Takfīr, and the Boundaries of Shariah.” Justicia Islamica 22, no. 2 (2025): 327–56. https://doi.org/10.21154/justicia.v22i2.10808.
Asrowi, Hanan, dan Fachrul Rozy. “Hadith Studies in the Indonesian Context: The Integration of Pesantren and Modern Academic Epistemologies.” Indonesian Journal of Research in Islamic Studies 3, no. 1 (2026): 61–75. https://doi.org/10.64420/ijris.v3i1.479.
Azra, Azyumardi. “Islamic Studies in Indonesia, from IAIN to UIN.” Dalam Islam, Education and Radicalism in Indonesia, 1 ed., oleh Tim Lindsey, Jamhari Makruf, dan Helen Pausacker. Routledge, 2023. https://doi.org/10.4324/9781003269229-12.
Baiquni, Ach. “Perkembangan Pemikiran Hadis Kontemporer di Indonesia (Studi Hasil Penelitian di Jurnal Bereputasi Nasional Tahun 2015-2020).” AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis 6, no. 2 (2022): 679. https://doi.org/10.29240/alquds.v6i2.4212.
Biswas, Anup. “Exploring the curriculum and teaching methods of Islamic education in medieval Bengal (13th to 16th Century): A historical perspective.” International Journal of Applied Research 9, no. 5 (2023): 112–16. https://doi.org/10.22271/allresearch.2023.v9.i5b.10799.
Darussamin, Zikri. “The Relevance of Textual and Living Hadith Studies in Indonesia: Methodologies and Their Contributions to the Comprehension of Hadith.” Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis 8, no. 1 (2025): 37–59. https://doi.org/10.32505/al-bukhari.v8i1.9125.
El Chirri, Nabila. “Methodology of Islamic Studies in The East and in The West: A Comparative Review on The Study of Hadith.” AJIS: Academic Journal of Islamic Studies 2, no. 2 (2017): 167–92. https://doi.org/10.29240/ajis.v2i2.313.
Hasanah, Fawaidah. “Lingkaran Keilmuan Ulama Pesantren Abad 17-18 (Analisis Buku Jaringan Ulama Timur Tengah Dan Kepulauan Nusantara Abad 17-18 Karya Prof. Azyumardi Azra ).” Tafhim Al-’Ilmi 14, no. 2 (2023): 310–20. https://doi.org/10.37459/tafhim.v14i2.6456.
Hussin, Hanipah, Zanariah Jano, Cheong Kar Mee, dan Indra Devi S. “Reflection of Knowledge Dissemination in Malay-Islamic World: A Review.” Asian Social Science 11, no. 17 (2015): p9. https://doi.org/10.5539/ass.v11n17p9.
Ilham, Muhammad, Dairina Yusri, dan Itrayuni Itrayuni. “Tracking the Network of Hadith Ulama in The Archipelago: Contribution of Minangkabau Ulama in 20th Century Hadith Science Education.” Al-Fikru: Jurnal Ilmiah 17, no. 1 (2023): 98–115. https://doi.org/10.51672/alfikru.v17i1.177.
Imawan, Dzulkifli Hadi. “Contribution of Shaikh Abdurrauf As-Singkili to the Establishment of Islamic Law in the Kingdom of Aceh Darussalam in the 17th Century AD.” Millah: Journal of Religious Studies 21, no. 3 (2022): 797–820. https://doi.org/797–%20820,%2010.20885/millah.vol21.iss3.art7.
Ismail, Ismail, Sultan Gholand Astapala, Nafilah Chaudittisreen, dan Najma Namiril Kamila. “Paradigma Pemahaman Hadist Tekstual dan Kontekstual; Analisis Muhammad Syuhudi Ismail.” Manthiq 8, no. 2 (2025): 119. https://doi.org/10.29300/mtq.v8i2.6663.
Ja’far, Ja’far. “From Mandailing Land to Haramayn: Mandailing Ulama and the Religious Sciences in the Early 20th Century.” Hikmah 19, no. 2 (2022): 187–201. https://doi.org/10.53802/hikmah.v19i2.169.
Junus, Ihsan Jamaluddin, dan Dadah Dadah. “Mahmud Yunus in the Book of Ilmu Mustholah Hadis: An Analysis of His Thought and Influence from the Treasury of Middle Eastern Scholars.” Devotion : Journal of Research and Community Service 7, no. 1 (2026). https://doi.org/10.59188/devotion.v7i1.25612.
Khairunnisa, Ni’mah, Sri Maimonah Maimonah, dan Moh. Abdul Kholiq Hasan. “Analysis Of The Methodology Of Hadith Understanding In The Thoughts Of Yusuf Al-Qaradawi and K.H. Ali Mustafa Ya’qub: Methodological study on the approach to understanding hadith by two contemporary scholars.” Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur’an dan Hadist 8, no. 2 (2025): 308–27. https://doi.org/10.35132/albayan.v8i2.1558.
Laki, Áron. “Traders Teaching Islam: Comments on the Islamic Religious Literature Used in Southeast Asia.” The Arabist: Budapest Studies in Arabic 47 (2024): 53–66. https://doi.org/10.58513/ARABIST.2024.47.6.
Martiani, Shofia, dan Syahrotun Navisyah. “Analisis Hadis Jual Beli Dan Riba Dalam Kitab Mir’atu Al-Thullab Fi Tashil Ma’rifat Al Ahkam Karya Abdurrauf Al-Sinkili.” UNIVERSUM: Jurnal Keislaman dan Kebudayaanniversum 17, no. 2 (2023): 122–38. https://doi.org/https://doi.org/10.30762/universum.v17i2.1493.
Masruhan, Masruhan, dan Muh. Fathoni Hasyim. “The Contribution of Muslim Scholars and Islamic Social Organizations in Developing Ḥadith Studies in Indonesia.” Ulumuna 28, no. 2 (2024): 856–81. https://doi.org/10.20414/ujis.v28i2.1007.
Masrur, Ali, Wawan Hernawan, Cucu Setiawan, dan Ayi Rahman. “The Contribution of Muhammad Mahfuzh Al-Tarmasi to the Hadith Studies in Indonesia.” Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya 4, no. 1 (2019): 48–64. https://doi.org/10.15575/jw.v4i1.1593.
Nofri Andy.N, Ja’far Assagaf, dan Kamaluddin Nurdin Marjuni. “The Dialectic Of Hadith Between Salafi-Sufi And Its Influence On Religious Practice In West Sumatra.” Penamas 37, no. 2 (2024): 248–61. https://doi.org/10.31330/penamas.v37i1.831.
Nur Muhammad Anas Mohd Razak, Mohd Arif Nazri, Latifah Abdul Majid, Najah Nadiah Amran, dan Nurul Suhaida Ibrahim. “Evolution of Hadith Textual Criticism: From Classical to Contemporary Approaches.” Global Journal Al-Thaqafah, 31 Desember 2025, 15–29. https://doi.org/10.7187/GJATSI122025-2.
Saputra, Hasep. “Genealogi Perkembangan Studi Hadis dI Indonesia.” AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis 1, no. 1 (2017): 41. https://doi.org/10.29240/alquds.v1i1.164.
Selamat, Kasmuri, Wiza Atholla Andriansyah, Khotimah Khotimah, Abd. Ghofur, dan Deswita Deswita. “The Controversy of Understanding Wahdatul Hamzah Fansuri Mufti in The Sultanate of Aceh.” Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan 8, no. 2 (2024): 113. https://doi.org/10.31958/jsk.v8i2.12373.
Siswanto, Darul. “The Paradigm Of Matn Hadith Criticism And Its Transformation In The Modern Era.” ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam 21, no. 1 (2020): 130. https://doi.org/10.18860/ua.v21i1.8936.
Syifana, D. Indah, dan Ferdy Pratama. “Perkembangan Kajian Hadis Di Indonesia Pada Abad 20-21 M D. Indah Syifana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.” El-Furqania: Jurnal ushuluddin dan ilmu keislmanman 7, no. 01 (2021): 94–118. https://doi.org/https://doi.org/10.54625/elfurqania.v7i01.4177.
Wahid, Ramli Abdul, dan Dedi Masri. “PERKEMBANGAN TERKINI STUDI HADIS DI INDONESIA.” MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman 42, no. 2 (2019): 263. https://doi.org/10.30821/miqot.v42i2.572.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muh. Akbar Ridwan, Nur Aisyah Rahmadani R. (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
-
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
-
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
-
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


