Kritik Hadis Ahlul Bait

Validitas dan Tafsir Hadis tentang Pernikahan Ali dan Fatimah dalam Kitab Hadis Keluarga Karya Sayid Usman bin Yahya

Authors

  • Mohamad Mashudi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Author
  • Nahrul Pintoko Aji Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Author
  • Syifa Syarifah Ma’had An-Nawawi, Ma’had al-Buhuts wa al-Ibtikar Author

DOI:

https://doi.org/10.32678/8d0c8j56

Keywords:

Ahlulbait, Hadis, Sayid Usman, Nasab, Kritik Hadis

Abstract

Artikel ini mengkaji validitas dan penafsiran hadis tentang pernikahan Ali bin Abi Talib dengan Fatimah al-Zahra dalam kitab Hadis Keluarga karya Sayid Usman bin Yahya (w. 1914), seorang ulama dan mufti Hindia Belanda keturunan Hadramaut yang berpengaruh di Indonesia abad ke-19. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih berlangsungnya isu nasab dan konsep kafāʾah dalam perkawinan syarifah di Indonesia, yang sebagian landasannya merujuk pada karya-karya Sayid Usman, termasuk kitab Hadis Keluarga yang terbit pada 1886–1887 M. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini melakukan dua tahap analisis: (1) analisis sanad dan validitas hadis tentang pernikahan Ali dengan Fatimah yang dikutip Sayid Usman, dan (2) analisis tafsir hadis tersebut dengan membandingkannya terhadap pandangan ulama klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis yang dipilih Sayid Usman melalui jalur Anas bin Malik dinilai bermasalah oleh para pakar hadis, mulai dari mawḍūʿ (palsu) menurut Ibn Al-Jawziyy, hingga ḍaʿīf-gharīb-majhūl menurut Ibn ʿAsākir, al-Maqdisī, dan al-Żahabiy. Adapun hadis yang lebih kuat kualitasnya melalui jalur Buraidah yang diriwayatkan al-Nasāʾiy justru tidak dipilih oleh Sayid Usman. Pemilihan hadis yang bermasalah oleh Sayid Usman tampaknya bertujuan memperkuat argumentasi mengenai keistimewaan Ahlulbait sebagai fokus utama penulisan kitab hadis keluarga tersebut. Secara penafsiran, Sayid Usman menggunakan hadis ini untuk memperkuat posisi keturunan Nabi (sādah/asyraf) dalam konteks sosial-keagamaan di Hindia Belanda, dengan menekankan kemuliaan nasab Ahlulbait sebagai dasar legitimasi tradisi kafāʾah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Aziz, dan Iqbal Subhan Nugraha. “Exogami Marriage Between Sharifah And Non-Sayyid: Studies In Sociology And Family Law.” An Nawawi : Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam 4, no. 2 (2024): 119. https://doi.org/10.55252/annawawi.v4i2.56.

Abu Abdillah Muhammad bin Abdul Baqi al-Zarqani. Syarh al-Zarqani ‘Ala al-Mahahib al-Laduniyyah bi al-Minah al-Muhammadiyyah. 2 vols. Beirut: Dar al-kutub al-’ilmiyyah, 1996.

Abu Yazid Adnan Quthny, dan Ahmad Muzakki. “Urgensi Nasab dalam Islam dan Silsilah Nasab Habaib di Indonesia.” Asy-Syari’ah: Jurnal Hukum Islam, 7, vol. 2 (2021): 131. https://doi.org/https://doi.org/10.36835/assyariah.v7i2.592.

Abul Hasan Nuruddin al-Mulla al-Harawi al-Qari. Mirqat al-Mafatih Syarh Misykat al-Masabih. Dar al-Fikr, 2002.

Ahmad bin Syu’aib al-Nasa’i. ’Amal al-Yaum wa al-Lailah. Palestina: Al-Risalah, 1985.

Alfiyah, Fitriadi, dan Suja’i. Studi Ilmu Hadis. ix ed. Bandung: Kreasi Edukasi, 2016.

Aqqad, Abbas Mahmud al-’. Fatimah al-Zahra’ wa al-Fatimiyyun. Muassasah Hindawi, 2017.

Burhanudin, Jajat. “Islam dan Kolonialisme: Sayyid Usman dan Islam di Indonesia Masa Penjajahan.” Studia Islamika 22, no. 1 (April 2015): 185–208. https://doi.org/10.15408/sdi.v22i1.1391.

Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakr al-Suyuti. al-La’ali’ al-Masnu’ah fi al-Hadis al-Maudu’ah. 1 ed. Beirut: Dar al-kutub al-’ilmiyyah, 1996.

Jamaluddin Abdurrahman bin Ali bin Muhammad al-Jauzi. al-Maudu’at. Madinah al-Munawwarah: Al-Maktabah al-Salafiyah, 1966.

Kaptein, N. J. G., dan M. Yuanda Zara. Islam, kolonialisme, dan zaman modern di Hindia-Belanda: biografi Sayid Usman (1822-1914). Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2017.

Kaptein, Nicolaas Jan Gerrit. Islam, Colonialism and the Modern Age in the Netherlands East Indies: A Biography of Sayyid Uthman (1822-1914). Brill’s Southeast Asian Library, volume 4. Leiden: Brill, 2014.

Muhammad Noupal. “Kritik Sayyid Utsman Bin Yahya Terhadap Gerakan Pembaharuan Islam Di Indonesia : Studi Sejarah Islam Di Indonesia Abad 19 Dan Awal Abad 20.” Jurnal Intizar 20, no. 2 (2014).

Mustaghfirin, M. Khairul. “al Sayid ’Uthman ibn Yahyà Mufti Batavia wa Juhūduh fi Khidmati al Sunnah fi Jakarta.” Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage 11, no. 1 (Juni 2022): 113–35. https://doi.org/10.31291/hn.v11i1.646.

Neni, Nova Marchelina, dan Nurfitri A’tul Akla. “Perempuan Dalam Perspektif Utsman Bin Abdullah Bin Aqil Bin Yahya.” JURNAL DIALOKA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Islam 2, no. 1 (Juli 2023): 61–73. https://doi.org/10.32923/dl.v2i1.3536.

Nuruddin Ali bin Muhammad al-Kinani. Tanzih al-Syari’ah al-Marfu’ah ’an al-Akhbar al-Syani’ah al-Maudu’ah. 1 ed. Beirut: Dar al-kutub al-’ilmiyyah, t.t.

Utsmân bin ‘Abdullâh bin ‘Aqil bin Yahya al-‘Alawi al-Husaini al-Syâfi‘i. Risalah Hadis Keluarga. t.t.

Yunani Hasan. “Politik Christian Snouck Hurgronje terhadap Perjuangan Rakyat Aceh.” Jurnal Criksetra: Jurnal Pendidikan dan Kajian Sejarah 3 (2013). http://repository.unsri.ac.id/id/eprint/25111.

Zulfarizal, Zulfarizal. “Doa Pernikahan Nabi Saw Untuk Fatimah Dan Ali: Antara Redaksi Yang Populer Versi Kitab Sunni Dan Kitab Syiah.” AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies 2, no. 2 (Desember 2022): 89–101. https://doi.org/10.51875/alisnad.v2i2.117.

Downloads

Published

2026-06-30