Purifikasi Islam dan Budaya Lokal Dalam Gerakan Kaum Padri di Minangkabau Tahun 1803-1838

Authors

  • Lisda Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Author

DOI:

https://doi.org/10.32678/tsaqofah.v23i1.74

Keywords:

purification, local culture, padri, West Sumatera

Abstract

The Minangkabau are an ethnic group in West Sumatra. The Minangkabau people have embraced Islam since the 14th century. However, some Minangkabau people still adhere to customs that conflict with Islamic teachings. Because of this, religious groups sought to purge the various deviant influences of traditional customs from the indigenous community, leading to conflict between the indigenous and religious groups. This led to the emergence of a purification movement, or purifying of Islam, carried out by the Padri (traditional Islamic priests) against the local Minangkabau indigenous community, encouraging them to return to the pure teachings of Islam, as defined by the Quran and Hadith.

References

Buku :

Abdullah, Muhamad Adnan, SALAFI: Memahami Ajaran Saikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Surabaya: CV Garuda Masa Sejahtera, 2016.

Abdurahman Dudung, Metode Penelitian Sejarah, Jakarta: Logos Wacana Ilmu,1999.

Abdurahman Dudung, Metode Penelitian Sejarah Islam, Yogyakarta: Ombak, 2014.

Abidin Mas'ed, Suluah Bendang Dalam Nagari, Yogyakarta: Free Pubhlising, 2016.

Adi, Effendi Teruna dkk, Jejak Islam di Nusantara, Bogor: PT Penerbit IPB Press, 2019.

Azra Azyumardi, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, Jakarta: Kencana, 2013.

Azra Azyumardi, Surau: Pendidikan Islam Tradisi dalam Transisi dan Modernisasi, Jakarta: Kencana, 2006.

Azyumardi Azra, Pendidikan Islam; Tradisi dan Modernisasi Di Tengah Tantangan Milenium III, Jakarta: Kencana, 2014.

A. Daliman, Metode Penelitian Sejarah, Yogyakarta: Ombak, 2012.

Djoened Marwati, Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2019.

Dobbin Christine, Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam, dan Gerakan Padri Minangkabau 1784-1847, London: Curzon Press, 1983.

El Fadl Abou, Khaled, Selamatkan Islam dari Muslim Puritan, Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta, 2005.

Fathurahman Oman, Tarekat Syattariyah di Minangkabau Teks dan Konteks, Jakarta: Prenada Media Group, 2008.

Fithri Widia, Mau Kemana Minangkabau, Yogyakarta: Gre Publishing,2013.

Gardjito Murdijati, Lila Muliani, Dkk, Kiuliner Minangkabau, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2019.

Hajizar, Dimensi Spiritual Nyanyian Religius Barzanji Masyarakat Nagari Bunga Tanjung Padang Panjang, Padang Panjang: Institut Seni Indonesia Padang Panjang, 2017.

Hamid, Abd. Rahmad Hamid dan Saleh Majid, Pengantar Ilmu Sejarah, Yogyakarta: Ombak, 2011.

Hamka, 1984, Islam dan Adat di Minangkabau, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1964.

Hamka, Ayahku, Jakarta: Gema Insani, 2019.

Ismail Faisal, Islam Konstitusionalisme dan Prularisme, Yogyakarta: IRCiSoD 2019.

Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah, Yogyakarta: Bintang Budaya, 1995. K

Kamal Tamrin, Purifikasi Ajaran Islam Pada Masyarakat Minangkabau, Padang: Angkasa Raya, 2005.

Khadimullah, Tuanku Khayo, Menuju Tegaknya Syariat Islam:Peranan Ulama Sufi Dalam Pemurnian Adat, Bandung: Penerbit Marja, 2007.

Muhtarom Ali, Gerakan Keagamaan Islam Transional: Diskursus dan Konsentrasi Wacana Islam Politik di Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Ilmu, 2019.

Mustafid Fuad, Gerakan Islam Simbolik Politik Kepentingan Fpi, Yogyakarta: Lkis Printing Cemerlang, 2013.

Mahat, Selfi Putri, Perempuan dan Modernitas: Perubahan Adat Minangkabau pada awal abad ke-20, Yogyakarta: Gre Publishing, 2018.

Mukhtarom Asrori, Pemikiran Pendidikan KH Ahmad Dahlan, Serang: Desanta Muliavisitama, 2020.

Nasroen, Dasar Falsafah Adat Minangkabau, Jakarta: Bulan Bintang, 1957.

Nizar Samsul, Sejarah Sosial Dan Dinamika Intelektual, Jakarta: Kencana, 2013.

Penghulu, Hakimi Idrus Dt Rajo, Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001.

Radjab Muhammad, Perang Padri di Sumatra Barat, Jakarta: Perpustakaan Perguruan Kementrian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan, 954.

Ridwan, Nur Khalik, Sejarah lengkap Wahhabi, Yogyakarta: IRCiSoD,2020. Syamsuri zaldi dan Bimbi Irawan, Penataan Administrasi Pemerintahan dan

Struktur Sosial Adat di Kabupaten Solok Selatan, Padang: Yayasan Rancak Publik, 2019.

Taum, Yoseph Yapi, Wajah Kemanusiaan Dalam Perspektif Bahasa, Sastra dan Pengajaran Bahasa Indonesia, Jawa Tengah: Lakaisha, 2019.

Yulika Febri, Epistemologi Minangkabau: Makna Pengetahuan Dalam Filsafat Adat Minangkabau, Padang Panjang: Institut Seni Indonesia Padang Panjang, 2017.

Zainal Abidin Yusuf dan Saebani Beni Ahmad, Pengantar Sistem Sosial Budaya di Indonesia, Bandung: Pustaka Setia, 2014.

Jurnal :

Bukhari, “Akulturasi Adat dan Agama Islam Di Minangkabau Tinjauan Antropologi Dakwah,” Al-Munir 2 Vol I No.1 April 2009.

Citra Hati Putri, “Dakwah Pada Masyarakat Minangkabau (Studi Kasus Pada Kaum Padri),” Islamic Comunication Journal Vol 3, No, 1 Januari- Juni,2018.

Jinan Mutoharun,“Dilema Gerakan Pemurian Islam”. Ishraqi, Vol. IV Nomor 1, Januari-Juni 2008.

Nisa, Ifni Aulia," Pengaruh Gerakan Penurnian Agama Tuanku Nan RencehTerhadap Kebudayaan Minangkabau di Kecamatan Tilatang Kamang Kabuapten Agam 1803-1838," Program Studi PendidikanSejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.

Rozi Safwan, “Negosiasi Islam Kultur Dalam Gerakan Paderi Rao Di Sumatera Tengah (1820-1833)”, Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, Volume 6, Nomor 1, Juni 2012.

Haedar Nashir, "Gerakan Padri di Minangkabau," UNISIA, Vol. XXXI No. 69 September 2005

Downloads

Published

2025-07-29

How to Cite

Lisda. (2025). Purifikasi Islam dan Budaya Lokal Dalam Gerakan Kaum Padri di Minangkabau Tahun 1803-1838. Tsaqofah, 23(1), 41-56. https://doi.org/10.32678/tsaqofah.v23i1.74