Silaturahmi dema fuda uin smh banten

JALIN SILATURAHMI, DEMA FUDA UIN SMH BANTEN HADIRI UNDANGAN BICARA BUKU DI GEDUNG MPR/DPR RI

Kamis, 2 Juni 2022. Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN SMH Banten hadiri undangan bicara buku bersama wakil rakyat di Gedung MPR RI yang diselenggarakan oleh Perpustakaan MPR RI. Bicara buku yang dihadiri oleh narasumber-narasumber yang kompeten seperti mantan Rektor Universitas Bung Karno (UBK), Dr. (c). Soenarto Sardiatmadja, MBA, MM, CJA.; Wisesa Utama Dewan Ketahanan Nasional RI, Dr. Epin Saepudin, M.Pd.; dan Prof. Dr. Jimly Ash-Shiddiqie, S.H. selaku pengarang buku Pancasila: Identitas Konstitusi Berbangsa dan Bernegara yang menjadi topik pembahasan pada bicara buku ini.

“Harapan dengan adanya bicara buku ini dapat memberikan motivasi kepada generasi milenial untuk selalu membaca, baik buku secara tertulis ataupun kontekstual berupa kehidupan”, tegas Jimly selaku pengarang buku dan anggota MPR RI.

Buku yang ditulis oleh Jimly Ash-Shiddiqie ini memberikan kesan yang luar biasa dan menjadi parameter dalam memandang Pancasila sebagai staats fundamental. Hal ini diungkapkan oleh Epin,
“Pembahasan Pancasila seharusnya sudah selesai, yang belum selesai adalah penerapannya. Atau kalau kata bung Karno adalah realiteit nya.

Tak hanya penting nya dalam bagaimana kita melakukan Implementasi Pancasila itu sendiri, pemahaman terkait filosofis Pancasila dianggap perlu sebagai penguatan keyakinan dan konstruksi berpikir secara visioner.
“Dalam memahami Pancasila sepertinya dianggap penting ketika dilihat berdasarkan filsafatnya, atau bagaimana Pancasila ini dibedah secara poin per poinnya supaya Philosopische Grondslag dapat dipahami dengan baik”, ujar Naufal selaku ketua Dema Fuda dalam forum diskusi bicara buku

Pancasila sebagai dasar negara bangsa Indonesia memiliki sarat akan makna, dan secara sederhana Pancasila dapat diresapi secara menyeluruh. Soenarto menjelaskan,

“Pancasila itu dapat dipahami berdasarkan manunggal nya keimanan dan Kemanusiaan. Sebab dua hal itu adalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan”, jelas mantan Rektor Universitas Bung Karno tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top