orientasi ppl jurusan spi

ORIENTASI PPL JURUSAN SPI

Serang – Prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, melaksanakan kegiatan Orientasi Praktikum Profesi Lapangan (PPL) tahun 2022. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Juni 2022 di Gedung FUDA. Tema yang diangkat dalam orientasi ini adalah “Melacak Jejak Historis dan Arkeologis Peninggalan-Peninggalan Bersejarah di Kabupaten Pandeglang”.

Kegiatan ini sebagai pembekalan bagi mahasiswa prodi Sejarah Peradaban Islam dalam rangka melaksanakan Praktikum Profesi Lapangan (PPL) nanti sebelum terjun langsung ke lapangan. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa, karena merupakan proses akademik yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa SPI “ujar Ketua Prodi Sejarah Peradaban Islam, Zaenal Abidin, S.Ag., MSI. Dalam sambutannya.

Orientasi tersebut diikuti sebanyak 103 peserta mahasiswa/i SPI semester 6. Dalam sambutannya Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Bapak Dr. H. Aang Saeful Milah, M.A. memberikan arahan dan motivasi kepada peserta untuk lebih semangat dalam membumikan ilmu ilmu yang didapat di kelas ke dalam pelaksanaan PPL, serta menjaga kesehatan ketika nanti terjun ke lapangan. Wadek III juga sekaligus membuka acara Orientasi Praktikum Profesi Lapangan (PPL). Setelah pembukaan acara, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Edi Widodo, M.Hum. Edi adalah Arkeolog alumni Universitas Indonesia (UI). Kegiatan ini dimoderatori oleh M. Nandang Sunadar M.A. yang juga merupakan sekretaris prodi Sejarah Peradaban Islam.

Kegiatan ini dimulai dari pukul 08.30 WIB s.d 12.00 WIB. Para peserta orientasi sangat antusias dalam menyimak materi, dan mendengarkan pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber. Karena menjadi sumber literasi dan pengetahuan serta wawasan dasar bagi peserta sebelum melaksanakan PPL ke lapangan nanti. “Pandeglang merupakan wilayah yang kaya akan peninggalan-peninggalan bersejarah baik kisah maupun arkeologisnya, masih banyak bangunan bersejarah yang berdiri kokoh di wilyayah itu, sehingga menarik untuk kita lacak jejak historis dan arkeologis peninggalan-peninggalan bersejarah di kabupaten Pandeglang tersebut” ucap Edi Widodo dalam penyampaian materinya.

Selain itu Edi Widodo, juga menyampaikan “Dalam penelitian sejarah diperlukan sumber yang relevan/sezaman dengan peristiwa tersebut, sehingga butuhkan sumber primer dalam mengulas suatu objek penelitian sejarah dan dikolaborasikan dengan sumber-sumber sekunder lainnya untuk lebih memberikan informasi dan gambaran secara luas dan akurat dalam mengungkap objek kajian sejarah itu”. Setelah selesai seluruh materi, kemudian ditutup dengan tanya jawab dari peserta orientasi kepada narasumber. Dan diakhir sesi disimpulkan materi oleh moderator untuk menguatkan kembali materi yang telah disampaikan narasumber. [nandang]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top