Perkenalkan Islam di Indonesia, FUDA UIN Banten Gelar Diskusi Dosen dan Kuliah Budaya Bagi Mahasiswa Asing

FUDA | Jumat (03/05/2024) – Dalam rangka memperkenalkan kebudayaan Islam di Indonesia terkhusus di Banten kepada mahasiswa asing, Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) menggelar Diskusi Dosen dan Kuliah Budaya Bagi Mahasiswa Asing. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 03 Mei 2024, bertempat di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung FUDA.

Kegiatan yang berlangsung komunikatif tersebut, setidaknya dihadiri oleh 5 mahasiswa asing yaitu Rayhan Sahrider, Husna Mama, Saifuddin Latih dan Shareefurrahman yang berasal dari Thailand, lalu Shalima Sappayani yang berasal dari Fhiliphina. Juga termasuk para Dekanat FUDA, Kabag FUDA, para Dosen FUDA dan segenap tenaga kependidikan FUDA.

Narasumber pada Diskusi Dosen kali ini adalah Pimpinan FUDA yakni Dr. Mohamad Hudaeri, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab beliau membahas tentang tradisi atau budaya Islam yang ada di Indonesia yang sampai sekarang masih diperselisihkan seperti halnya riungan, tahlilan dan tradisi lainnya. Beliau menjelaskan bahwa hal tersebut bukan lagi hal yang perlu diributkan karena keduanya saling mempengaruhi satu sama lain dalam perkembangan sejarah manusia, Agama dapat mempengaruhi budaya dengan memberikan nilai-nilai, norma-norma, aturan-aturan, dan pandangan-pandangan tentang kehidupan yang harus diikuti oleh manusia, yang terpenting budaya tersebut tidak bertolak belakang dengan nilai-nilai ajaran Agama.

Selanjutnya Dr. Mohamad Hudaeri memaparkan lebih lanjut tentang kondisi keberagaman budaya di Banten dengan banyak keberagamannya mulai dari budaya hingga agama, tantangan terbesarnya adalah kecenderungan konflik truth klaim (klaim kebenaran) terhadap suatu kelompok keagamaan. Hasil proses akulturasi antara kebudayaan masa pra-Islam dengan masa Islam masuk berbentuk fisik kebendaan seperti seni ukir, seni pahat, karya sastra dan seni bangunan serta pola hidup dan kebudayaan non fisik.

kegiatan diskusi ini berjalan dengan baik beserta tanya jawab yang begitu komunikatif antara narasumber dan peserta.

Diskusi yang dimoderatori oleh Dr.Sholahudin Alayubi semakin menarik, karena para peserta aktiv bertanya dan juga membagikan pengalaman iringan budaya dan agama di negera dan wilayah masing masing. [Erom SM]

Scroll to Top