Perkuat Kerja Sama, Delegasi FUDA Berkunjung ke KITLV Jakarta

FUDA | Kamis, 21/12/2023 – Delegasi Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN SMH Banten melakukan kunjungan ke kantor perwakilan KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies), bertempat di Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Jakarta. Delegasi terdiri dari dekan, para wakil dekan, beberapa ketua Program Studi, dosen dan staf akademik.

Kunjungan dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama yang selama ini telah terjalin di antara FUDA dan KITLV Jakarta. Dalam diskusi yang cukup intens, dibicarakan beberapa poin yang menjadi rencana tindak lanjut, antara lain pertukaran hasil-hasil penelitian di antara kedua lembaga.

Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FUDA Dr. Moh. Hudaeri, M.Ag. menyampaikan tentang posisi strategis kerja sama ini secara akademik. Penyediaan hasil-hasil penelitian oleh pihak KITLV nantinya akan memberikan manfaat yang besar bagi civitas akademika di FUDA, terutama berkaitan dengan literatur sejarah, kebudayaan, dan intelektual Banten yang telah banyak dikaji oleh para ilmuwan di Belanda.

Selain dikaji dan menghasilkan penelitian, Belanda juga menyimpan bahan mentah berupa ratusan manuskrip yang berasal dari, atau berkaitan dengan, Banten. Sebagian manuskrip itu sudah didigitalisasi dan dikaji, sedangkan sebagiannya lagi masih menanti sentuhan akademisi. “Kami berharap, mahasiswa dan dosen kami bisa mengakses manuskrip dan hasil-hasil kajiannya yang telah diakuisisi oleh KITLV, sekaligus ikut terlibat dalam proses digitalisasi dan kolaborasi dalam pengkajian terhadap sumber-sumber sejarah dan intelektualitas itu,” sambung Dekan.

Kesiapan untuk ikut berkolaborasi ini muncul seiring dengan ketersediaan sumber daya yang memadai di FUDA, mulai dari laboratorium digitalisasi naskah hingga tenaga ahli di bidang yang berkesesuaian dengan concern KITLV. Sebagai informasi, Banten merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan jumlah manuskrip terbanyak yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden, termasuk perpustakaan KITLV, dalam bahasa Arab dan aksara pegon. Dan ini membutuhkan tenaga ahli di bidang sejarah, bahasa (Arab), dan pemikiran keislaman. Ini belum termasuk yang disimpan secara perorangan di tangan keluarga penulis naskah yang diwariskan secara turun-temurun yang mana sebagian besarnya belum “terjamah.”

Suara bersahut, gayung pun bersambut. Pihak KITLV Jakarta, melalui Coordinator Collectionnya Pak Budiman mengungkapkan kegembiraannya atas program yang “promising” ini. “Segera setelah pimpinan kami kembali ke Indonesia, rencana ini akan kami sampaikan dan kita perlu segera menyusun semacam Letter of Intent sebagai pijakan awal untuk langkah lebih lanjut,” sambutnya.

Untuk mewadahinya, inisitif ini rencananya akan ditampung dengan mendirikan KITLV Corner di FUDA, sebagaimana Iran Corner dan Said Nursi Corner yang sudah didirikan beberapa tahun sebelumnya di bawah pengawasan masing-masing dari kedutaan Iran dan Turki di Indonesia.
Selanjutnya lewat KITLV Corner, selain pertukaran buku dan kolaborasi penelitian, kursus bahasa Belanda juga bisa diinisiasi seperti halnya kursus bahasa Iran. Bahasa Belanda, terutama bagi mahasiswa dan dosen sejarah, sangat diperlukan. Keberadaan KITLV Corner di FUDA nantinya akan memberikan horizon yang lebih luas bagi civitas akademika di UIN SMH Banten dan FUDA khususnya, tentang sejarah, budaya, peradaban, serta produk pemikiran Islam dalam konteks lokal dan global. Hal ini sejalan dengan visi kampus yang mengusung integrasi keilmuan yang berwawasan global.

Diskusi diakhiri dengan foto bersama dan saling bertukar cindera mata. [LTA]

Scroll to Top