Mendorong Akuntabilitas Pembangunan Desa: Prodi IPII Melaksanakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Seminar Program Arsip Masuk Desa

FUDA | Senin, 25/09/2023 – Sebagai upaya menyadarkan pentingnya arsip bagi masyarakat desa untuk mendorong peningkatan akuntabilitas pembangunan desa dan penyelamatan memori desa, Dosen dan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat  berupa kegiatan Seminar Program Arsip Masuk Desa dengan tema “Implementasi Program Arsip Masuk Desa, Studi Kasus Desa dan Kelurahan di Kota Serang dan Kabupaten Serang Provinsi Banten” yang dilaksankan pada hari Senin, 25 September 2023.

Ketua Prodi IPII, Hadian Rizani, S.S., M.Hum. menyampaikan dalam sambutannya bahwa terselenggaranya kegiatan seminar Pengabdian Masyarakat mengenai Program Arsip Masuk Desa memiliki alasan utama terkait urgensi dalam mendukung Tridharma perguruan tinggi, salah satu unsur Tridharma tersebut ialah Pengabdian kepada Masyarakat. Visi dan misi kegiatan ini semata-mata untuk meningkatkan pemahaman dan praktik pengelolaan arsip yang baik di tingkat desa.

“Jadi, tujuan utama dari kegiatan seminar program arsip masuk desa sebetulnya untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas aparatur desa dalam mengelola arsip mereka serta mendukung perkembangan dan pemeliharaan desa secara keseluruhan.” terang Hadian Rizani.

Sementara itu, Bid. Kaur Keuangan Desa Citerep, Tedi Cahyadi menerangkan, dalam menghadapi globalisasi dan mendukung terwujudnya penyelenggaraan negara, khususnya pemerintahan tingkat Desa atau Kelurahan. Kegiatan ini menjadi sebuah kesempatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Maka, dalam penyelenggaraan kearsipan pemerintahan harus dilakukan dalam suatu sistem penyelenggaraan kearsipan yang komprehensif dan terpadu, diawali dari desa.

“Kemendesa akan terus mendampingi dan ikut partisipasi apapun program pengabdian masyarakat selanjutnya yang dilaksanakan oleh UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten,” ungkap Tedi.

Seminar yang dipandu oleh Sekretaris Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Verry Mardiyanto, M.A. ini menghadirkan narasumber Ursa Agniya (Gugus Kendali Mutu Prodi IPII). Nrasumber menyampaiakan banyak hal yang berkaitan dengan kearsipan, termasuk hal-hal kecil yang dapat merusak arsip.

“Contoh sederhana arsip vital seperti Ijazah, KK itu seharusnya tidak di rekomendasikan untuk di laminating, tapi yang perlu di upayakan adalah kegiatan laminasi karena laminating dan laminasi itu dua hal yang berbeda”. Terang, Ursa Aghniya.

“Ternyata melaminating itu bisa merusak dokumen pribadi.” lanjutnya.

“Arsip merupakan alat kekuatan hukum yang sah! Jadi kegiatan Enkapsulasi adalah metode sederhana pengganti laminating.” tegas Ursa Agniya.

Kemudian, dilanjutkan sesi tanya jawab dan terdapat 3 penanya dari perangkat desa sebagai peserta dalam kegiatan tersebut.

 Adapun rekomendasi yang dihasilkan dari seminar Program Arsip Masuk Desa melingkupi:

  1. Arsip merupakan rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  2. Pemerintah melalui Arsip Nasional Indonesia sudah mengeluarkan Peraturan Kepala ANRI No 14 tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Arsip Pemerintahan Desa / Kelurahan. Meskipun peraturan ini sudah disosialisasikan di tingkat pemerintahan desa, tapi tidak bisa dipungkiri banyak dari aparat pemerintah desa bahkan masyarakat umum tidak begitu memahami pengelolaan arsip sesuai dengan kaidah yang benar.
  3. Enkapsulasi adalah suatu cara atau metode sederhana untuk memelihara arsip dengan cara menggunakan bahan pelindung guna menghindarkan arsip dari kerusakan yang bersifat fisik, atau teknik melindungi arsip dari pengaruh luar dengan menjepit selembar arsip dengan plastik polyester di kedua sisinya dengan bantuan double tape.

Kemudian, dilanjutkan sesi tanya jawab dan terdapat 3 penanya dari perangkat desa sebagai peserta dalam kegiatan tersebut.Sehingga, dengan adanya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, melalui Seminar Program Arsip Masuk Desa ini diharapkan dapat menjembatani kearah proses sistem pengelolaan arsip desa yang semakin efektif. [Zaenal Ihya]

Scroll to Top