Dukung Asta Cita Presiden dan Wapres RI, Kemenag Fokus Hadirkan Program Berdampak bagi Umat

HumasUIN – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menggelar Konferensi Pers bertajuk “2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat” Acara yang diselenggarakan secara hibrid dari Jakarta ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kemenag pusat, pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), serta Kepala Kanwil Kemenag dari seluruh Indonesia. Senin (19/10/2026).

Konferensi pers ini bertujuan untuk memaparkan secara komprehensif, transparan, dan akuntabel berbagai program prioritas serta capaian strategis Kementerian Agama. Seluruh program tersebut berfokus memberikan dampak langsung bagi masyarakat dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Dalam pemaparannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa Kemenag tengah menggalakkan program ekoteologi guna menumbuhkan kesadaran ekologis di tengah masyarakat melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan.

“Kita sudah menerapkan suatu isu yang sangat baru di Kementerian Agama, yaitu ekoteologi. Kesadaran masyarakat untuk memelihara lingkungan itu sangat besar jika disadarkan melalui bahasa agama. Dalam Islam misalnya, sebelum menyembelih hewan harus membaca basmalah. Bahasa agama ini sangat penting,” ujar Menteri Agama.

Capaian Filantropi dan Program Bantuan Pendidikan
Sebagai wujud program yang berdampak langsung pada kesejahteraan umat dan pengembangan SDM unggul, Kemenag mencatatkan peningkatan signifikan pada tata kelola dana sosial keagamaan serta sektor pendidikan selama dua tahun terakhir:

1. Filantropi Keagamaan: Pengumpulan zakat nasional mencapai Rp44,6 triliun. Sementara itu, dana filantropi dari umat Kristen terkumpul Rp6,16 miliar, umat Buddha Rp11 miliar, dan umat Hindu Rp3,17 miliar.
2. Wakaf & Ekonomi Umat: Pengumpulan wakaf uang mencapai Rp4,7 triliun untuk pemberdayaan masyarakat, sedangkan aset tanah wakaf tumbuh hingga 467.237 titik. Kemenag juga mengelola 287 titik KUA berbasis ekonomi dan 25 titik Kota Wakaf.
3. Bantuan Pendidikan: Penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) mencapai Rp4,038 triliun dan KIP Kuliah sebesar Rp3,303 triliun.
4. Beasiswa & Kesejahteraan Pendidik: Sebanyak 3.659 mahasiswa menerima beasiswa senilai Rp1,3 triliun. Anggaran kesejahteraan dialokasikan sebesar Rp19 triliun bagi 452.790 guru dan dosen, serta Rp25 triliun bagi guru madrasah dan pendidikan agama lintas umat.
5. Revitalisasi Madrasah: Sebanyak 857 madrasah memperoleh Bantuan PHTC senilai Rp214 miliar, serta 80 madrasah menerima revitalisasi sarana dan prasarana senilai Rp169 miliar.

Selain itu, Kemenag juga menyusun materi khutbah seragam yang berfokus pada pelestarian alam, pencegahan korupsi, serta penguatan solidaritas sosial. Menteri Agama turut menyoroti peran ribuan masjid yang difungsikan sebagai posko pelayanan mudik dan pusat penanganan bencana.

“Masjid itu bukan hanya tempat sujud, tetapi juga tempat untuk menyelamatkan dan memberdayakan masyarakat. Lebih dari 6.000 masjid di seluruh Indonesia menjadi posko mudik dan sangat membantu menciptakan kohesi sosial serta menekan angka kecelakaan,” tegasnya.

Penguatan Kerukunan, Pemberdayaan Pesantren, dan Layanan 3T
Untuk memastikan program keagamaan berdampak secara merata hingga ke lapisan bawah, Kemenag turut mengukuhkan sejumlah prioritas strategis:

1. Penguatan Kerukunan & Cinta Kemanusiaan: Peningkatan kualitas kerukunan umat beragama dilakukan melalui insersi kurikulum berbasis cinta kemanoiaan di lembaga pendidikan, serta pengoptimalan peran KUA dalam deteksi dini potensi konflik berdimensi keagamaan.
2. Pemberdayaan & Kemandirian Pesantren: Akselerasi program inkubasi bisnis pesantren untuk mendorong kemandirian ekonomi, serta penyiapan standar mutu dan rekognisi lulusan pesantren secara global.
3. Layanan Keagamaan Inklusif di Wilayah 3T: Perluasan akses layanan keagamaan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), disertai penyediaan kitab suci serta bahan bacaan keagamaan ramah difabel untuk memperkuat literasi keagamaan yang merata.
4. Digitalisasi Tata Kelola: Integrasi sistem basis data layanan Kementerian Agama secara menyeluruh guna memastikan intervensi kebijakan publik berjalan transparan, cepat, dan tepat sasaran.

Komitmen Penanganan Kekerasan Seksual dan Kebencanaan
Menjawab isu kekerasan seksual di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan, Kementerian Agama menegaskan komitmen tanpa kompromi dalam menghadirkan ruang belajar yang aman bagi peserta didik.

Wakil Menteri Agama, Romo H. R. Muhammad Syafi’i, menyampaikan bahwa Kemenag telah memproses sanksi berat hingga pencabutan izin operasional bagi lembaga yang melanggar.

“Tindakan tegas yang terjadi di Bekasi menjadi contoh bahwa kita sudah menerapkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) untuk memberikan sanksi tegas terhadap pelaku dan lembaga. Pelaku tidak pernah dibolehkan lagi bekerja sebagai pengasuh atau guru, dan tes psikologi juga telah diberlakukan pada tahun ajaran ini,” jelas Wakil Menteri Agama.

Kemenag juga memastikan perlindungan dan keberlangsungan pendidikan bagi para santri, termasuk memfasilitasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah atau madrasah di daerah terdampak bencana lingkungan, seperti kabut asap di Kalimantan.

Di akhir acara, Menteri Agama menyampaikan apresiasi kepada media dan seluruh jajaran Kemenag. Ia menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus mengawal transisi kelembagaan secara harmonis serta memastikan seluruh pelayanan dan pendidikan keagamaan mendatangkan manfaat seluas-luasnya bagi seluruh umat beragama di Indonesia.

المنشور Dukung Asta Cita Presiden dan Wapres RI, Kemenag Fokus Hadirkan Program Berdampak bagi Umat نُشر لأول مرة على الروحانية، الفكر، الاحتراف.

   

اترك رد