المدير العام لشؤون التعليم الديني يؤكد على أهمية اعتماد نموذج المعاهد وتسريع تنفيذ البرامج المتميزة لتعزيز حوكمة مؤسسات التعليم العالي الدينية

HumasUIN – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., memberikan arahan strategis dalam Forum Kepala Biro dan Kepala Bagian Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tersebut mengusung tema “Penguatan Tata Kelola PTKN Melalui Optimalisasi SDM dan Aset”.

Dalam pemaparannya, Dirjen Pendis menekankan bahwa program ma’hadisasi merupakan pijakan utama untuk mengembalikan pilar dan ruh integrasi keilmuan di lingkungan PTKN. Menurut Prof. Amin Suyitno, kehadiran Ma’had al-Jamiah bukan sekadar penyediaan fasilitas asrama tempat tinggal mahasiswa, melainkan pusat pembinaan karakter yang terstruktur dengan tata kelola kepesantrenan dan kurikulum yang mendalam.

“Ma’had al-Jamiah menjadi titik temu perjumpaan keilmuan antara ilmu berbasis agama yang merupakan core businessPTKN dengan ilmu-ilmu sosial, humaniora, dan sains alam,” ujar Prof. Amin Suyitno. pada Selasa, (22/09/2026).


Dirjen Pendis menambahkan bahwa alokasi pertemuan tatap muka di kelas tidak cukup untuk melakukan pendalaman keilmuan (talaqqi), sehingga keberadaan Ma’had al-Jamiah yang representatif menjadi rukun utama kemandirian universitas
.

Selain Ma’hadisasi, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam memetakan secara keseluruhan 5 Arah Kebijakan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) guna memperkuat tata kelola dan mutu akademik:

  1. Ma’hadisasi: Mengoptimalkan Ma’had al-Jamiah yang dikelola secara utuh mulai dari tata kelola, pengasuh, pembinaan santri, hingga mekanisme pembiayaannya, bukan sekadar berfungsi sebagai tempat kos mahasiswa.

  2. Program Double Degree: Menawarkan kesempatan kuliah ganda bagi mahasiswa S1 PTKI dengan perguruan tinggi mitra unggulan, baik di dalam maupun luar negeri. Kebijakan ini bertujuan memperkaya kompetensi integrasi ilmu umum dan keislaman serta memberikan nilai tambah gelar ganda bagi lulusan.

  3. Program Fast Track: Program akselerasi pendidikan bagi mahasiswa PTKI untuk menyelesaikan jenjang S1 hingga S2 dalam waktu 5 tahun melalui integrasi tugas akhir S1 menjadi dasar tesis magister.

  4. Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU): Pembukaan PSDKU pada kampus PTKI dengan persyaratan memiliki gedung perkuliahan sendiri serta program studi asal yang telah terakreditasi Unggul (A).

  5. Reformulasi Pengembangan Prodi: Reaktualisasi program studi agar tetap relevan menjawab tantangan zaman melalui tiga arah fokus, yaitu prodi berbasis akademik, profesi, dan vokasi.

Terkait pelaksanaan program double degree, Prof. Amin Suyitno menjelaskan bahwa langkah lompatan ini efektif menjawab tantangan skeptisisme publik terkait penguasaan ilmu umum maupun ilmu agama mahasiswa. Melalui kemitraan strategis antar-universitas, mahasiswa PTKI dapat menempuh perkuliahan di kampus umum terkemuka secara opsional, sekaligus memperkuat pemahaman keagamaannya di PTKN.

Lebih lanjut, Dirjen Pendis mendorong pemanfaatan status Badan Layanan Umum (BLU) pada PTKN secara optimal untuk mendukung skema double degree dan kerja sama internasional, termasuk peluang kelas daring (online class) yang bermitra dengan universitas luar negeri ternama seperti Universitas Al-Azhar Kairo.

Prof. Amin Suyitno juga mengingatkan seluruh pimpinan dan jajaran birokrasi PTKN untuk mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial tanpa tindak lanjut konkret. Seluruh jajaran diminta untuk berfokus pada eksekusi program berbasis dampak (impactful) yang dapat dirasakan langsung oleh civitas akademika dan masyarakat luas.

المنشور المدير العام لشؤون التعليم الديني يؤكد على أهمية اعتماد نموذج المعاهد وتسريع تنفيذ البرامج المتميزة لتعزيز حوكمة مؤسسات التعليم العالي الدينية نُشر لأول مرة على الروحانية، الفكر، الاحتراف.

   

اترك رد