
HumasUIN – Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar pertemuan bersama wali mahasiswa secara daring melalui platform Zoom pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 100 orang tua/wali mahasiswa ini menjadi ruang komunikasi strategis antara fakultas, program studi, dan keluarga mahasiswa dalam rangka memperkuat pendampingan akademik serta layanan kemahasiswaan.
Pertemuan tersebut menghadirkan jajaran pimpinan fakultas, yakni Dekan FAHUM Dr. Eva Syarifah Wardah, M.Hum, Wakil Dekan I Prof. Dr. Sholahuddin Al Ayubi, MA, Wakil Dekan II Dr. Mohamad Shoheh, MA, serta para Ketua Program Studi, yaitu Ketua Prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Dr. Mohamad Nandang Sunandar, MA, Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Hadia Rinjani, MA, dan Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Verry Mardianto, MA.
Dalam sambutannya, Dekan FAHUM Dr. Eva Syarifah Wardah, M.Hum menyampaikan bahwa pertemuan dengan wali mahasiswa merupakan bagian dari komitmen fakultas untuk membangun komunikasi terbuka antara perguruan tinggi dan keluarga mahasiswa.
“Mahasiswa tidak hanya membutuhkan dukungan akademik dari kampus, tetapi juga dukungan dan pendampingan dari keluarga. Melalui forum ini, kami ingin memastikan bahwa orang tua mendapatkan informasi yang jelas terkait perkembangan studi mahasiswa, berbagai layanan fakultas, serta program pengembangan mahasiswa,” ujar Dr. Eva.
Dekan juga menegaskan bahwa FAHUM terus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang mendukung mahasiswa agar mampu menyelesaikan studi dengan baik, memiliki kompetensi keilmuan, serta siap menghadapi tantangan global.
Sementara itu, Wakil Dekan I Prof. Dr. Sholahuddin Al Ayubi, MA dalam pemaparannya menjelaskan berbagai kebijakan akademik, termasuk pentingnya keterlibatan orang tua dalam memantau perkembangan studi mahasiswa.
“Orang tua memiliki peran penting sebagai mitra strategis fakultas. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan akademik mahasiswa dapat diketahui lebih awal dan dicarikan solusi bersama,” jelasnya.
Prof. Sholahuddin juga menyampaikan pentingnya mahasiswa memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan diri, baik melalui kegiatan akademik, organisasi mahasiswa, penelitian, maupun program internasional yang disediakan oleh universitas.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan II Dr. Mohamad Shoheh, MA menyampaikan informasi terkait layanan kemahasiswaan, termasuk mekanisme banding Uang Kuliah Tunggal (UKT), berbagai program beasiswa mahasiswa, serta layanan pendukung lainnya.
“Fakultas berkomitmen memberikan pelayanan yang transparan dan berkeadilan. Bagi mahasiswa yang mengalami kendala ekonomi, tersedia mekanisme pengajuan banding UKT dan informasi beasiswa yang dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Dr. Shoheh.
Selain penyampaian informasi dari pimpinan fakultas, masing-masing ketua program studi turut memberikan penjelasan terkait karakteristik pembelajaran dan pengembangan mahasiswa di tingkat prodi.
Ketua Prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Dr. Mohamad Nandang Sunandar, MA, menyampaikan bahwa mahasiswa SPI diarahkan tidak hanya memahami sejarah secara akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan riset, literasi sejarah, dan kontribusi terhadap masyarakat.
Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Hadia Rinjani, MA, menjelaskan berbagai penguatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran bahasa Arab, kajian sastra, serta peluang pengembangan kemampuan bahasa untuk mendukung jejaring akademik yang lebih luas.
Sementara itu, Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), Verry Mardianto, MA, menyampaikan pentingnya mahasiswa memiliki kompetensi pengelolaan informasi, literasi digital, dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi.
Diskusi Interaktif Bersama Wali Mahasiswa
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara pimpinan fakultas, ketua program studi, dan para wali mahasiswa. Dalam sesi tersebut, para orang tua menyampaikan berbagai pertanyaan dan masukan terkait proses pendidikan mahasiswa.
Beberapa isu yang menjadi perhatian utama dalam diskusi meliputi:
1. Mekanisme banding UKT, termasuk prosedur pengajuan, persyaratan administrasi, dan proses verifikasi bagi mahasiswa yang mengalami kendala pembiayaan pendidikan.
2. Program beasiswa mahasiswa, baik beasiswa prestasi maupun bantuan pendidikan lainnya yang dapat mendukung keberlangsungan studi mahasiswa.
3. Aktivitas internasional mahasiswa, seperti peluang mengikuti seminar internasional, pertukaran mahasiswa, program mobilitas akademik, dan kegiatan yang dapat meningkatkan pengalaman global mahasiswa.
4. Pemantauan hasil studi mahasiswa, di mana orang tua didorong untuk aktif berkomunikasi dengan mahasiswa serta memperhatikan perkembangan akademiknya secara berkala.
Melalui forum ini, FAHUM UIN SMH Banten berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara fakultas dan keluarga mahasiswa. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa memperoleh pendampingan yang optimal selama menjalani proses pendidikan hingga menyelesaikan studi.
Pertemuan wali mahasiswa secara daring ini menjadi salah satu bentuk komitmen FAHUM untuk menghadirkan layanan pendidikan yang komunikatif, responsif, dan berorientasi pada keberhasilan mahasiswa. (UIB)
المنشور FAHUM UIN SMH Banten Gelar Pertemuan Virtual dengan 100 Wali Mahasiswa, Bahas UKT, Beasiswa, dan Penguatan Kolaborasi Akademik نُشر لأول مرة على الروحانية، الفكر، الاحتراف.

