HumasUIN – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci berkolaborasi dengan jajaran TNI sukses menyelenggarakan ajang pencak silat bertajuk Maulana Hasanuddin Championship (MHC) 2026. Ajang bergengsi ini digelar selama tiga hari pada 25 hingga 27 September 2026 di Convention Hall kampus setempat, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten ke-64 dan HUT TNI ke-81.
Pembukaan kejuaraan ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh Wakil Rektor III, Kepala Biro AUPK, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Banten, Ketua IPSI Provinsi Banten, perwakilan Polres Kota Serang, serta ribuan peserta dan suporter dari berbagai daerah.
Dalam laporan pembukanya, Ketua Pelaksana M. Fadlan Al-Fahrezi mengungkapkan lonjakan partisipasi yang signifikan pada penyelenggaraan tahun ini. Tercatat sebanyak 1.180 atlet ambil bagian dalam kejuaraan tersebut, meningkat pesat dibandingkan edisi sebelumnya yang diikuti sekitar 800 peserta.

“Jumlah peserta pada kejuaraan MHC kali ini mencapai 1.180 orang, yang terbagi dalam kategori tanding sebanyak 1.062 peserta dan kategori seni sebanyak 112 peserta. Para peserta datang dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA sederajat, hingga mahasiswa,” ujar Fadlan di hadapan ribuan hadirin.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara, sekaligus berpesan kepada seluruh kontingen agar menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama bertanding di kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Ikatan Alumni (IKA) Tapak Suci, Suswandi, mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terjalin pada kejuaraan ketiga ini, khususnya dukungan penuh dari pihak TNI melalui Kodim 0602/Serang. Menurutnya, kolaborasi strategis ini memberikan energi baru bagi perkembangan prestasi atlet pencak silat di Banten.

“Dulu kita hanya membawa nama besar perguruan saja tanpa support sebesar ini. Sekarang, berkat kolaborasi dengan Pak Dandim, kita bahkan bisa memperebutkan Piala Dandim. Ini pencapaian luar biasa,” tutur Suswandi.
Lebih lanjut, ia berpesan kepada seluruh atlet muda agar senantiasa mengedepankan kerendahan hati dan keteguhan mental. Menurutnya, kemenangan sejati bukanlah tentang melumpuhkan lawan, melainkan kemampuan mengendalikan hawa nafsu dan emosi.
Wakil Rektor III UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr. Dedi Sunardi, M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa pencak silat merupakan warisan budaya luhur bangsa Indonesia yang telah diakui dunia internasional. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bersama untuk merawat, melestarikan, dan melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi melalui ajang pembinaan yang berkelanjutan.

“Pencak silat adalah cabang olahraga asli Indonesia yang kini dipertandingkan di ajang-ajang internasional. Kami berharap kejuaraan ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah strategis untuk menjaring bibit atlet baru yang nantinya dapat memperkuat prestasi kampus maupun mengharumkan nama bangsa,” tegas Dedi.
Pihak Kodim 0602/Serang yang mewakili Komandan Kodim, Mayor Uum Nugraha, turut menekankan pentingnya pembentukan karakter dan disiplin melalui olahraga bela diri. Pihaknya berpesan agar para atlet bertanding secara jujur, menghormati lawan, serta menjadikan setiap pertandingan sebagai sarana menempa mental dan persaudaraan.

Sementara itu, Ketua IPSI Provinsi Banten, Ajat Sudrajat, S.Pd., turut memberikan dorongan moral kepada seluruh atlet yang berlaga. Ia menekankan agar para peserta senantiasa menjadikan ajang MHC 2026 sebagai momentum untuk menguji kemampuan diri secara sportif, berlomba-lomba dalam kebaikan, serta menjaga persahabatan antarperguruan silat di seluruh wilayah Banten.

Acara pembukaan secara resmi ditandai dengan sambutan sekaligus peninjauan dari Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Banten, Dr. H. Ahmad Syaukani, M.Si. Dalam arahannya, ia menyoroti komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pencak silat agar semakin mendunia, termasuk melalui pembinaan di pusat pelatihan pelajar serta proyeksi jangka panjang menghadapi ajang olahraga nasional di masa mendatang, termasuk PON 2032.

“Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan pelayanan dan prestasi olahraga, khususnya pencak silat yang kini semakin mendunia. Kepada adik-adik semua, jaga sportivitas dan jadikan kejuaraan ini batu loncatan untuk menembus ajang yang lebih tinggi, seperti Pekan Olahraga Pelajar, Mahasiswa, hingga dipersiapkan menuju PON tahun 2032,” pungkas Ahmad Syaukani sebelum membuka turnamen secara resmi.
المنشور Gelorakan Semangat Sportivitas, Ribuan Pelajar dan Mahasiswa Ikuti Kejuaraan Pencak Silat MHC 2026 نُشر لأول مرة على الروحانية، الفكر، الاحتراف.

