LP2M UIN SMH Banten Bedah Novel Secangkir Kopi Terakhir Ayah, Ungkap Proses Kreatif Penulisan Sejarah

HumasUIN – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar Diskusi Kajian Ilmiah Bedah Novel Secangkir Kopi Terakhir Ayah karya Prof. Jajang Jahroni, M.A., Ph.D., di Gedung Rektorat Lantai 2 UIN SMH Banten, Rabu (28/10/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk menggali proses kreatif penulisan novel sejarah sekaligus mengapresiasi karya sastra yang mengangkat sejarah lokal Banten.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Jajang Jahroni, M.A., Ph.D. membagikan pengalaman dan prinsipnya dalam menulis novel, mulai dari menemukan inspirasi hingga menyelesaikan sebuah karya. Ia menegaskan bahwa komitmen menjadi hal mendasar dalam proses kreatif kepenulisan.

“Saya punya prinsip, kalau saya memulai satu pekerjaan, maka pekerjaan itu harus selesai. Begitu juga ketika saya memutuskan menulis novel, cerita mengalir begitu saja dari apa yang ada di kepala. Penulisan novel berlatar sejarah (historical fiction) ini mulainya dari sesuatu yang dekat dengan diri kita sendiri, seperti pengalaman hidup dan cerita orang-orang di sekitar,” ungkap Prof. Jajang Jahroni.

Ia menjelaskan bahwa penulisan Secangkir Kopi Terakhir Ayah juga berangkat dari motivasi pribadi untuk menghibur diri sekaligus menghadirkan bacaan sejarah yang dapat dinikmati generasi muda. Melalui pendekatan fiksi sejarah, cerita perjuangan dan dinamika sosial masyarakat lokal Banten pada masa lampau dikemas dalam narasi yang lebih hidup dan menarik.

Novel tersebut turut mengangkat peristiwa dan latar sejarah daerah, termasuk Cikande dan Balaraja pada masa pendudukan Belanda dan Jepang. Pengolahan latar sejarah ke dalam cerita fiksi menjadi salah satu aspek yang dibahas dalam diskusi, khususnya mengenai bagaimana peristiwa masa lalu dapat dikembangkan menjadi alur cerita yang menarik tanpa kehilangan konteks sejarahnya.

Diskusi ini juga menghadirkan Sulaiman Djaya, M.A. sebagai pemateri yang memberikan perspektif kritis terhadap novel Secangkir Kopi Terakhir Ayah. Pembahasan mencakup aspek estetika, struktur penceritaan, serta cara penulis membangun narasi dalam karya fiksi berlatar sejarah.

Kegiatan yang menyasar akademisi dan mahasiswa di lingkungan UIN SMH Banten ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya budaya literasi dan minat kepenulisan di kalangan sivitas akademika. Selain itu, diskusi ini menjadi upaya untuk memperluas perhatian terhadap sejarah lokal Banten melalui karya sastra serta mendorong pengembangan riset yang berangkat dari pengalaman dan kekayaan sejarah daerah.

المنشور LP2M UIN SMH Banten Bedah Novel Secangkir Kopi Terakhir Ayah, Ungkap Proses Kreatif Penulisan Sejarah نُشر لأول مرة على الروحانية، الفكر، الاحتراف.

   

اترك رد