Di kampus, kita akrab dengan angka, teori, dan metodologi. Namun, nilai kerap tercecer di lorong-lorong akademia. Ilmu tanpa nilai akan kering, dan karakter akademik tanpa fondasi spiritual mudah goyah. Di sinilah tadarus al Qur’an menemukan relevansinya, bukan sekadar ritual, tetapi budaya akademik yang menyalakan hati sekaligus menajamkan nalar. Gus Baha (KH Ahmad Bahauddin Nursalim) mengingatkan...Baca Lebih Lanjut
Komentar Terbaru