SERANG — Dalam upaya memperluas jaringan akademik serta memperkuat literasi dan riset kebudayaan Islam, Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten resmi menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Jejaring Dunia Santri.
Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) tersebut berlangsung khidmat pada Kamis (4/6/2026) bertempat di Aula FUDA Kampus 2 UIN SMH Banten. Dokumen kerja sama ini ditandatangani secara langsung oleh Dekan FUDA UIN SMH Banten, Masykur, dan Ketua Dewan Pengurus Yayasan Jejaring Dunia Santri, Mukhlisin.
Dekan FUDA UIN SMH Banten, Masykur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penandatanganan ini merupakan langkah konkret fakultas dalam mewujudkan tridharma perguruan tinggi yang adaptif dan kolaboratif.
“Kerja sama ini adalah upaya konkret fakultas dalam memperluas ekosistem akademik dan literasi keislaman. Kami berharap sinergi dengan Jejaring Dunia Santri ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi terus diwujudkan dalam program-program pengembangan riset sejarah, sastra, dan kebudayaan yang mampu membuka wawasan mahasiswa secara global tanpa meninggalkan akar lokalnya,” ujar Masykur.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Jejaring Dunia Santri, Mukhlisin, menyambut baik terwujudnya kolaborasi ini. Ia menilai FUDA UIN Banten memiliki posisi historis dan akademis yang sangat penting.
“UIN Banten, khususnya Fakultas Ushuluddin dan Adab, merupakan mitra strategis yang memiliki akar sejarah keilmuan Islam yang kuat di Nusantara. Melalui kolaborasi ini, Jejaring Dunia Santri berkomitmen penuh untuk bersama-sama mengangkat kembali khazanah intelektual pesantren, sastra Islam, dan wacana keagamaan lokal ke panggung akademik yang lebih luas,” tutur Mukhlisin.
Langsung Diimplementasikan Lewat Bedah Buku
Komitmen untuk “tidak hanya di atas kertas” tersebut langsung dibuktikan pada hari yang sama. Sesaat setelah prosesi penandatanganan MoA selesai, kedua belah pihak langsung mengimplementasikan kerja sama tersebut melalui penyelenggaraan Studium Generale dan Bedah Buku.
Adapun karya yang dibedah dalam forum akademik tersebut adalah buku karangan sastrawan terkemuka, Jamal D. Rahman, yang berjudul “Islam, Sastra dan Pengetahuan: Pergulatan Wacana Kolonial Laut Banten”.
Wakil Dekan III FUDA, Endang Saeful Anwar, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia acara, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara dan antusiasme peserta yang luar biasa.
“Kegiatan Studium Generale dan Bedah Buku hari ini adalah bukti nyata dari komitmen kami untuk langsung mengimplementasikan kerja sama yang baru saja diteken. Kami sangat bangga melihat antusiasme ratusan mahasiswa yang memadati aula. Ini menunjukkan bahwa kajian sastra, sejarah lokal, dan dinamika pemikiran Islam masih memiliki ruang yang sangat besar dan relevan di hati generasi muda kita,” tegasnya.
Buku karya Jamal D. Rahman tersebut memantik diskusi yang hangat di kalangan akademisi dan mahasiswa. Kajian di dalamnya dinilai sangat sejalan dengan visi FUDA UIN Banten dalam menggali warisan intelektual dan sejarah perlawanan kultural masyarakat Banten di masa kolonial melalui pendekatan sastra dan keislaman.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak awal dari berbagai kegiatan akademis berkelanjutan yang akan terus menghidupkan wacana keislaman, sastra, dan peradaban di tanah Banten.





