Bangkitkan Semangat Syaikh Nawawi al-Bantani, FUDA UIN Banten Gelar Studium Generale dan Bedah Buku

SERANG — Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten sukses menggelar acara Studium Generale dan Bedah Buku berskala nasional pada Kamis (4/6/2026). Berlangsung di Aula FUDA Kampus 2, perhelatan akademik ini mengangkat tema besar “Menghidupkan Api Nasionalisme Syaikh Nawawi al Bantani di Tanah Kelahiran; Jejak Lokal dan Dampak Global”.

Acara ini dibuka secara langsung oleh Rektor UIN SMH Banten, Prof. M. Ishom, M.A. Dalam momentum tersebut, penekanan diberikan pada pentingnya menggali kembali pemikiran dan kiprah kebangsaan Syaikh Nawawi yang tidak hanya diakui di Nusantara, tetapi juga di kancah dunia.

Untuk mengupas tuntas jejak lokal dan dampak global sang ulama, acara ini menghadirkan lima pakar dan akademisi terkemuka sebagai narasumber, yaitu: Dr. Ngatawi al-Zastrow, Jamal D. Rahman, Prof. Mufti Ali, Ph.D., Dr. Eva Syarifah Wardah, Dr. M. Shofin Sugito, M.A.

Diskusi gagasan dari kelima tokoh tersebut dipandu dengan apik oleh Angga Pusaka Hidayat, M.Hum. yang bertindak sebagai moderator. Mereka menyoroti bagaimana warisan intelektual Syaikh Nawawi al-Bantani relevan sebagai fondasi nasionalisme modern bagi generasi muda.

Momen Magis Taufik Ismail

Suasana forum akademik yang padat ilmu tersebut seketika berubah magis dan khidmat dengan kehadiran tokoh nasional, sastrawan, sekaligus budayawan senior, Taufik Ismail. Di hadapan para hadirin, Taufik Ismail membacakan puisi epik yang sarat akan makna tentang sosok Syaikh Yusuf al Makassari, ulama pejuang yang juga memiliki ikatan sejarah mendalam dengan tanah Banten. Penampilan ini memberikan bobot kultural yang sangat kuat dalam rangkaian acara.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dan perhatian luas, terbukti dari daftar hadir yang mewakili berbagai elemen strategis di Provinsi Banten. Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, Dinas Pendidikan Provinsi Banten, serta Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Banten.

Tak hanya itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi para pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam se-wilayah Banten. Tampak hadir para tokoh dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), PW Muhammadiyah, PW al-Khairiyah, PW Mathla’ul Anwar, PW Persatuan Islam (PERSIS), hingga Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Banten. Ratusan mahasiswa FUDA UIN Banten juga memadati aula, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap wacana keagamaan dan kebangsaan.

Melalui Studium Generale dan bedah buku ini, diharapkan keteladanan Syaikh Nawawi al-Bantani—yang mampu menyeimbangkan kedalaman ilmu agama dan kecintaan pada tanah air—dapat terus hidup dan menjadi inspirasi, khususnya bagi masyarakat Banten dan peradaban global secara umum.

Tinggalkan Balasan