Siap Bersaing di Kancah ASEAN, 30 Mahasiswa FUDA Digembleng Jelang International Student Competition ADIA 2026

SERANG — Sebagai langkah konkret dalam mencetak akademisi muda yang berdaya saing global, Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) tengah melakukan pembinaan intensif kepada 30 mahasiswanya. Pembinaan ini ditujukan sebagai persiapan matang menuju ajang bergengsi International Student Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Ilmu Adab (ADIA) Indonesia, bekerja sama dengan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon selaku tuan rumah.

Ajang berskala internasional ini merupakan perwujudan komitmen bersama dalam mendukung akselerasi kualitas mahasiswa, baik di tingkat nasional maupun mancanegara. Kompetisi ini didesain sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa pada berbagai bidang esensial, mulai dari akademik, penguasaan bahasa, literasi digital, seni komunikasi, media kreatif, hingga inovasi berbasis teknologi.

Lebih dari sekadar ajang perebutan medali, perhelatan ini diharapkan menjadi katalisator untuk memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia serta kampus-kampus mitra di kawasan Asia Tenggara.

Pada edisi perdana ini, International Student Competition mempertandingkan 12 cabang lomba yang dikategorikan secara komprehensif ke dalam tiga klaster utama, yakni klaster tulisan; lomba karya tulis ilmiah dan lomba resensi buku. Klaster bacaan ; lomba baca puisi dan baca berita, dan klaster produk digital yang meliputi lomba poster animasi, lomba pidato, lomba storytelling, lomba dubbing contest, film animasi, video podcast, lomba komik ekoteologi dan lomba video vlog. Rangkaian kegiatan ini telah bergulir secara resmi sejak 1 Mei 2026, sementara proses seleksi dan penjurian karya dijadwalkan akan berlangsung pada 6 hingga 15 Juli 2026 mendatang.

Menghadapi persaingan ketat tersebut, delegasi FUDA yang terdiri dari 30 mahasiswa pilihan menjalani proses pembinaan secara terstruktur. Sebelum merampungkan dan mengirimkan (submit) karya ke dewan juri, para peserta dibimbing langsung oleh jajaran dosen pakar sesuai dengan klaster perlombaan masing-masing. Pendampingan ini difokuskan pada penajaman substansi, orisinalitas gagasan, hingga teknis eksekusi karya agar memenuhi standar kualitas internasional.

Menanggapi persiapan ini, Dekan FUDA, Dr. Masykur, M.Hum., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap komitmen para mahasiswa serta dosen pembimbing.

“Keikutsertaan delegasi FUDA dalam ajang ini bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan wujud nyata dari visi fakultas untuk membangun tradisi akademik yang unggul dan responsif terhadap perkembangan zaman. Kami memastikan ke-30 mahasiswa ini mendapatkan pendampingan yang komprehensif dari para dosen. Harapannya, karya yang dihasilkan nanti tidak hanya bernilai kompetitif, tetapi juga mampu merepresentasikan kedalaman keilmuan dan literasi digital Fakultas Ushuluddin dan Adab di tingkat ASEAN,” ujar Dekan FUDA.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FUDA, Dr. Endang Saeful Anwar, M.A., menekankan pentingnya proses pembinaan ini sebagai medium transformasi karakter dan keterampilan mahasiswa.

“Tiga puluh delegasi yang terpilih ini memiliki potensi besar di klasternya masing-masing, baik itu tulisan, bacaan, maupun produk digital. Melalui masa pembinaan intensif bersama para dosen ini, kami memfasilitasi mereka agar gagasan mentah bisa dipoles menjadi karya yang matang dan inovatif. Target kami tentu meraih hasil yang optimal pada penjurian bulan Juli nanti, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa kita memiliki soft skill dan kapasitas jejaring global yang tangguh,” tegas Wakil Dekan III FUDA.

Dengan persiapan yang terukur dan dukungan penuh dari birokrasi fakultas, ke-30 mahasiswa FUDA diharapkan dapat tampil maksimal, meraih prestasi, dan mengharumkan nama institusi di kancah internasional.

Tinggalkan Balasan