HumasUIN – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., menghadiri secara langsung acara Pembukaan Muktamar XI Al-Khairiyah. Perhelatan akbar organisasi Islam tersebut diselenggarakan di Gedung Serba Guna Brigjend KH. Syam’un, Kampus Al-Khairiyah Citangkil, Kota Cilegon, Banten, pada Jumat, (16/10/2026).
Kehadiran Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., yang di dampingin oleh Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Wasehudin, M.Si pada agenda sakral ini menegaskan komitmen institusi perguruan tinggi negeri Islam untuk senantiasa hadir dan bersinergi dengan ormas-ormas Islam historis di Banten.

Muktamar XI Al-Khairiyah tahun ini mengusung tema besar: “Teguhkan Aqidah, Kembangkan Syari’at, Membangun Akhlaq & Peradaban”. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi konsolidasi organisasi, peningkatan mutu pendidikan Islam, serta penguatan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.
Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan H. Muhammad Mardiono, Gubernur Banten H. Andra Soni, S.M., M.AP., Ketua Umum PB Al-Khairiyah KH. Ali Mujahidin, S.H.I., M.M., M.H., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten dan Kota Cilegon, serta para alim ulama dan ribuan peserta muktamar.
Dalam forum muktamar tersebut, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan, H. Muhammad Mardiono, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Al-Khairiyah atas terselenggaranya Muktamar ke-11.

Ia menuturkan bahwa di tengah dinamika geopolitik global yang penuh tantangan, Indonesia harus memperkuat ketahanan nasional dari berbagai lini. Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya kedaulatan pangan dan energi bagi martabat bangsa.
“Ketahanan pangan adalah menjadi pilar utama karena setiap bangsa-bangsa tidak ada bangsa yang tidak membutuhkan pangan, dan pangan adalah hak dan mengembalikan bangsa sekaligus juga hak-hak asasi manusia,” ujar Mardiono.
Sementara itu, Gubernur Banten H. Andra Soni, S.M., M.AP., mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali hadir di tengah keluarga besar Al-Khairiyah. Ia memaparkan rekam jejak historis organisasi yang didirikan oleh Pahlawan Nasional asal Banten, Brigjend KH. Syam’un, pada tahun 1916.

Gubernur menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen menjadikan lembaga pendidikan Al-Khairiyah sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menjelaskan bahwa Pemprov Banten terus memperluas akses pendidikan melalui program sekolah gratis bagi tingkat SMA, SMK, hingga madrasah swasta.
“Pemerintah Provinsi Banten berharap guru-guru lembaga pendidikan Al-Khairiyah menjadi mitra Pemerintah Provinsi Banten dalam meningkatkan kualitas dan akses penindas pendidikan di Provinsi Banten,” ungkap Andra Soni.
Ketua Umum PB Al-Khairiyah, KH. Ali Mujahidin, S.H.I., M.M., M.H., dalam sambutannya menegaskan kembali tiga landasan prinsip perjuangan organisasi yang dipimpinnya, yaitu meneguhkan akidah dan tauhid, mengembangkan syariat, serta membina akhlak untuk membangun peradaban.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian besar terhadap pendidikan keagamaan.
“Makanya saya berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah mewajibkan sekarang sekolah-sekolah SMA untuk melaksanakan pelajaran mengaji,” tutur KH. Ali Mujahidin.
The post Rektor UIN Banten Hadiri Pembukaan Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon appeared first on Spirituality, Intellectuality, Professionality.

