Pesan Taklimat Presiden RI: Akademisi Menguatkan Demokrasi Pancasila dan Kemandirian Nasional

Dalam era globalisasi dan perubahan geopolitik, peran akademisi menjadi semakin penting dalam menguatkan demokrasi Pancasila dan kemandirian nasional. Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa akademisi memiliki peran strategis dalam memperkuat demokrasi Pancasila dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai demokrasi yang sesuai dengan konteks Indonesia.

Akademisi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai demokrasi Pancasila melalui pendidikan, melakukan penelitian tentang strategi swasembada pangan dan ketersediaan dokter, serta melakukan pengabdian masyarakat melalui program-program penyuluhan dan pelatihan. Dalam konteks ini, akademisi dapat memainkan peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai demokrasi yang sesuai dengan konteks Indonesia, serta melakukan penelitian dan analisis tentang dampak demokrasi liberal terhadap negara-negara berkembang. Sebagai data awal, diketahui bahwa stok beras nasional saat ini sekitar 12,529 juta ton, termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,248 juta ton. Stok ini meningkat 203,05% dalam 2 tahun terakhir, dan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama hampir 5 bulan.

Peran Akademisi dalam Menguatkan Demokrasi Pancasila
Dalam menghadapi tantangan demokrasi liberal ala Amerika, Indonesia harus memperkuat demokrasi Pancasila dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai demokrasi yang sesuai dengan konteks Indonesia, serta melakukan penelitian dan analisis tentang dampak demokrasi liberal terhadap negara-negara berkembang. Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menguatkan kemandirian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akhir-akhir ini diberitakan bahwa Donald Trump melakukan tindakan brutal dengan menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, pada 3 Januari 2026. Tindakan ini dikecam oleh berbagai negara, termasuk China, Uni Afrika, dan beberapa negara Amerika Selatan seperti Kolombia dan Brasil. Mereka menganggap tindakan Trump sebagai pelanggaran kedaulatan Venezuela dan hukum internasional.

Peran Perguruan Tinggi dalam Menguatkan Kemandirian Nasional
Dalam taklimat pada Kamis, 15 Januari 2026 di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya berhenti pada produksi ilmu pengetahuan, tetapi hadir langsung menjawab kebutuhan bangsa. Beliau juga menyinggung rencana pembukaan 18 proyek hilirisasi industri oleh Danantara, yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia unggul, riset yang kuat, serta inovasi berkelanjutan dari perguruan tinggi.

Dengan demikian, jelas, akademisi memiliki peran strategis dalam menguatkan demokrasi Pancasila dan kemandirian nasional. Melalui Tridhrama Perguruan Tinggi, akademisi terus melanjutkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai demokrasi Pancasila, melakukan penelitian inovatif tentang strategi swasembada pangan dan ketersediaan dokter, serta melakukan pengabdian kepada masyarakat, terutama kepada masyarakat yang sedang mengalami pasca bencana alam, seperti di Sumatera. Di sinilah akademisi dapat menjadi pilar utama dalam menguatkan demokrasi Pancasila dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan