BCB Talks 2026: Dekan FEBI Tegaskan Kesejahteraan Kunci Utama Keberhasilan Mahasiswa

HumasUIN – Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) menggelar kegiatan bertajuk BCB Talks: Road to Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Jumat (25/9/2026). Mengusung tema “Sinergi Penerima: Tumbuh Bersama Menuju BCB 2026”, acara ini menghadirkan PIC Program Beasiswa Cendekia BAZNAS RI Divisi Pendidikan & Vokasional, Ilman Faqih Shibgotulloh, S.PWK., M.A., sebagai pemateri utama.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FEBI, Pembina BCB, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Banten, serta jajaran narasumber dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI, Prof. Dr. Budi Sudrajat, M.A., menekankan pentingnya pemenuhan tiga hak dasar mahasiswa di lingkungan kampus, yakni minat bakat (student interest), fasilitas pendukung (student need), dan kesejahteraan (student welfare). Menurutnya, dari ketiga hal tersebut, kesejahteraan mahasiswa menjadi poin paling krusial dan strategis.

“Kesejahteraan itu terkait dengan terpenuhinya kebutuhan material mahasiswa, termasuk biaya hidup dan biaya kuliah. Sekarang tidak ada alasan untuk tidak bisa kuliah karena peluang itu ada di mana-mana. Tinggal bagaimana effort dan kemampuan kita dalam menangkap peluang tersebut,” ujar Prof. Budi Sudrajat.

Guna mendukung kesejahteraan tersebut, FEBI terus berkomitmen menjembatani mahasiswa dengan berbagai pihak penyedia beasiswa, seperti BAZNAS, GenBI, serta lembaga filantropi lainnya. Prof. Budi Sudrajat juga mengungkapkan bahwa FEBI secara mandiri mengelola dana cadangan untuk membantu mahasiswa yang mengalami kendala finansial agar tidak sampai putus sekolah atau mengambil cuti kuliah.

“Dari dana kelolaan yang ada, alhamdulillah semester ini kita berhasil menyelamatkan tujuh mahasiswa dari tiga program studi di FEBI sehingga mereka tidak jadi mengambil cuti. Ke depan, kami sedang memproses pembentukan Unit Pengelola Wakaf (UPW) di tingkat universitas agar jangkauan bantuan ini bisa diperluas ke fakultas lain,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prof. Budi Sudrajat menegaskan posisi penting keuangan sosial Islam (Islamic social finance) sebagai pilar kekuatan ekonomi masa kini. Oleh karena itu, FEBI terus memperkuat diferensiasi akademiknya pada fokus industri halal dan keuangan sosial Islam, yang kini juga didukung oleh hadirnya Program Studi Akuntansi Syariah.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Banten, H. Suhud, memaparkan berbagai program kontribusi BAZNAS Banten dalam mendukung dunia pendidikan. Selain BCB, terdapat pula program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), bantuan penebusan ijazah, hingga penanggulangan tunggakan SPP.
H. Suhud turut membagikan pengalamannya semasa menjadi mahasiswa dan aktivis kampus. Ia berpesan agar mahasiswa aktif berorganisasi namun tetap bertanggung jawab menyelesaikan studi tepat waktu.

“Dulu saya seorang aktivis kampus, tetapi saya tetap menyelesaikan studi dalam delapan semester. Program SKSS kami pun membiayai kuliah dan biaya hidup dari semester satu hingga semester delapan. Oleh karena itu, jangan lama-lama kuliahnya,” tutur H. Suhud.
H. Suhud berharap melalui sosialisasi ini, para mahasiswa semakin termotivasi untuk memanfaatkan setiap peluang yang disediakan oleh BAZNAS maupun pemerintah.

“Melalui acara ini, saya berharap adik-adik mahasiswa semakin termotivasi dalam belajar. Jangan malas, manfaatkan dan ambil peluang ini dengan sebaik-baiknya. Simak baik-baik arahan mengenai mekanisme dan persyaratannya agar dapat menjadi jalan sukses bagi masa depan,” pungkasnya.

المنشور BCB Talks 2026: Dekan FEBI Tegaskan Kesejahteraan Kunci Utama Keberhasilan Mahasiswa نُشر لأول مرة على الروحانية، الفكر، الاحتراف.

   

اترك رد