UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Kukuhkan Lima Guru Besar Baru, Perkuat SDM Akademik dan Kontribusi Pembangunan Daerah

HumasUIN – Dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) akademik, Rektor beserta Ketua Senat UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten secara resmi mengukuhkan lima guru besar baru. Sidang senat terbuka dalam rangka pengukuhan guru besar tersebut juga salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-64 UIN SMH Banten yang diselenggarakan di Auditorium Gedung Rektorat Lantai 3 pada Kamis (15/10/2026).

Pengukuhan guru besar ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Banten, Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, jajaran senat universitas, pimpinan lembaga daerah, serta para tamu undangan dari unsur pimpinan lembaga negara, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat.

Kelima guru besar yang resmi dikukuhkan berasal dari berbagai rumpun ilmu strategis, yaitu:

  1. Prof. Dr. Wazin, M.Si. (Bidang Hukum Ekonomi dan Teknologi Keuangan)

  2. Prof. Dr. Hj. Eneng Muslihah, Ph.D. (Bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam)

  3. Prof. Dr. H. Nana Jumhana, M.Ag. (Bidang Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab)

  4. Prof. Dr. Badruddin, M.Ag. (Bidang Pendidikan Tasawuf)

  5. Prof. Dr. Hj. Iin Ratna Sumirat, S.H., M.Hum. (Bidang Ilmu Hukum Otonomi Daerah)

Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran para guru besar baru ini bukan sekadar pencapaian administratif institusi, melainkan wujud nyata kesiapan universitas dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan riil di tengah masyarakat.

“Guru besar yang lahir dari UIN Banten tidak hanya luas dalam aspek teoritis saja, tetapi juga hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan masyarakat. Misalnya, Prof. Wajin hadir menjawab kebutuhan era ekonomi digital di Banten. Prof. Nana Jumhana memperkuat keilmuan bahasa Arab yang sangat dibutuhkan ekosistem pesantren. Sementara Prof. Badruddin membawa pendekatan tasawuf untuk meredam berbagai tekanan sosial dan tingginya angka perceraian,” ujar Prof. Ishom.

Lebih lanjut, Rektor menyoroti pentingnya peran akademik dalam menjawab tantangan tata kelola pendidikan dan regulasi daerah. Ia menyebutkan bahwa Prof. Neng Muslihah disiapkan untuk mendampingi para kepala sekolah dan madrasah dalam mengelola program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pendekatan kepemimpinan profesional. Selain itu, Prof. Iin Ratnasumirat dihadirkan untuk mengawal harmonisasi regulasi daerah yang bernafaskan kearifan lokal Kesultanan Banten Darussalam, guna memperkuat kerukunan dan indeks toleransi umat beragama di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor mengungkapkan target ambisius institusi yang dipimpinnya. Dengan tambahan pengukuhan ini, total guru besar di UIN SMH Banten kini mencapai 30 orang. Pihaknya menargetkan jumlah tersebut dapat melonjak hingga 60 guru besar dalam empat hingga lima tahun ke depan, serta memproyeksikan UIN SMH Banten meraih reputasi internasional pada tahun 2045.

Untuk mencapai target percepatan guru besar tersebut, Rektor secara khusus menyampaikan harapan kepada Pemerintah Provinsi Banten agar dapat bersinergi melalui dukungan riset pembangunan daerah senilai Rp100 juta per proyek. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk memenuhi instrumen portofolio penelitian dan publikasi internasional bereputasi yang dipersyaratkan bagi calon guru besar.

Sementara itu, Kasubdit Ketenagaan Kementerian Agama RI, Dr. Muhammad Aziz Hakim, menyampaikan apresiasi atas pengukuhan lima guru besar tersebut, di mana tiga ditetapkan melalui Kementerian Agama dan dua melalui Kemendikti Saintek. Ia mengingatkan bahwa jabatan fungsional guru besar membawa konsekuensi etis, administratif, dan akademik yang tinggi.

“Seorang guru besar harus memastikan diri menjadi scientific leader, teladan akademik yang menjaga integritas, etika, dan budaya ilmiah, sekaligus agen perubahan yang menghadirkan ilmu pengetahuan untuk kemajuan perguruan tinggi dan masyarakat,” tegas Aziz Hakim.

Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya kewajiban penulisan karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi secara berkala. Menurutnya, pemenuhan luaran riset tersebut sangat penting guna menghindari temuan administratif dan sanksi pengembalian tunjangan kehormatan profesor akibat tidak terpenuhinya kewajiban triwulanan.

Wakil Gubernur Provinsi Banten, Dr. H. Achmad Dimyati Natakusumah, S.H., M.H., M.Si., menyambut baik penambahan guru besar di UIN SMH Banten dan mengapresiasi kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak SDM unggul di daerah. Dalam orasi singkatnya, ia menjabarkan filosofi kata PROFESSOR melalui akronim yang memotivasi para akademisi untuk senantiasa berorientasi pada kemajuan daerah:

  • P – Profesional: Kompeten dan ahli di bidangnya masing-masing.

  • R – Result (Hasil): Berorientasi pada luaran (output), manfaat (outcome), dan dampak nyata (impact) yang berbasis data empiris.

  • O – Objektif: Menjaga objektivitas ilmiah yang tinggi, terbebas dari subjektivitas kepentingan praktis.

  • F – Future (Masa Depan): Memiliki visi strategis jangka panjang (long-term planning) alih-alih terjebak pada pola pikir masa lalu.

  • E – Expert (Ahli): Memiliki keahlian mendalam yang melampaui keilmuan masyarakat umum.

  • S – Solution & Systematic (Solutif dan Sistematis): Menjadi aktor utama pemecah masalah (problem solver) atas berbagai tantangan pembangunan di Provinsi Banten, mulai dari masalah sosial, keagamaan, hingga bedah tata kelola APBD.

  • O – Optimis: Membangun semangat optimisme di tengah masyarakat.

  • R – Obey & Responsibility (Patuh dan Bertanggung Jawab): Taat pada konstitusi, Pancasila, NKRI, serta memikul tanggung jawab moral yang tinggi sebagai pilar kemajuan bangsa.

Melalui pengukuhan ini, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten optimis dapat terus memperluas jejaring internasional termasuk penerimaan mahasiswa asing dari tingkat sarjana hingga doktoral serta melahirkan figur-figur intelektual baru penelusur jejak ulama besar dunia asal Banten, Syekh Nawawi Al-Bantani.

المنشور UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Kukuhkan Lima Guru Besar Baru, Perkuat SDM Akademik dan Kontribusi Pembangunan Daerah نُشر لأول مرة على الروحانية، الفكر، الاحتراف.

   

اترك رد