Serang, 9 Juli 2026 – Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSPI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyelenggarakan Workshop Review Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Kamis, 9 Juli 2026, يقع في Ruang Sidang Skripsi Gedung FUSPI Lantai 2. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu kurikulum agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan masyarakat.
Workshop dibuka dengan arahan dari Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam yang menegaskan pentingnya penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dalam arahannya, Dekan menyampaikan bahwa kurikulum Prodi Ilmu Hadis UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten harus mampu memberikan dampak yang nyata. Menurutnya, keberhasilan sebuah program studi tidak hanya diukur dari kualitas lulusan, tetapi juga dari sejauh mana manfaat keilmuan yang dikembangkan dapat dirasakan secara langsung oleh mahasiswa maupun masyarakat luas.
“Kurikulum OBE harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi nyata sehingga keberadaan Prodi Ilmu Hadis UIN Banten memberikan kontribusi dan manfaat yang dapat dirasakan, tidak hanya oleh mahasiswa selama menempuh pendidikan, tetapi juga oleh masyarakat melalui pengabdian, penelitian, dan berbagai peran strategis para lulusannya,” ungkap Dekan dalam arahannya.
Pada sesi utama, workshop menghadirkan Dr. Ja’far Assegaf, M.A. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum pada mata kuliah-mata kuliah Ilmu Hadis perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat yang terus mengalami perubahan. Namun demikian, proses penyesuaian tersebut tidak boleh mengurangi kedalaman substansi keilmuan yang menjadi ciri khas disiplin Ilmu Hadis.
Menurut beliau, setiap mata kuliah harus tetap mempertahankan kekuatan akademik dan metodologisnya, sembari mengintegrasikan isu-isu kontemporer yang relevan agar lulusan memiliki kemampuan untuk menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat. Dengan demikian, kurikulum yang disusun diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan, memiliki daya saing, sekaligus tetap menjadi ahli yang mendalam dalam bidang Ilmu Hadis.
Acaranya sedikit berbeda karena bukan pemaparan materi satu arah, tapi berjalan 2 arah seperti diskusi sehingga audiens diberikan kesempatan untuk langsung menanggapi atau memberi pertanyaan terkatang apa yg disampaikan pemateri. Hat itu karena pemateri Dr. Ja’far Assegaf, (dosen pasca sarjana UIN SUKA Yogyakarta) ingin mendengar langsung dari dosen, mahasiswa atau alumni terkait apa yg sudah diajarkan pada berbagai mata kuliah di prodi ilmu hadis, dari situ beliau bisa menganalisis dan memberi evaluasi atau saran terkait perbaikan ke depannya.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan telaah terhadap struktur kurikulum, capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), serta relevansi mata kuliah dengan profil lulusan yang diharapkan. Seluruh dosen Prodi Ilmu Hadis turut berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan guna menyempurnakan kurikulum berbasis OBE yang lebih responsif terhadap kebutuhan akademik, profesional, dan sosial.
Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Hadis FUSPI UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berharap dapat menghasilkan kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar nasional pendidikan tinggi dan mendukung akreditasi program studi, tetapi juga mampu mencetak lulusan yang unggul, adaptif, profesional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan Islam dan kemaslahatan masyarakat.





