Dorong Kesadaran Demokrasi Mahasiswa, Fakultas Syariah Gelar Seminar Bareng Bawaslu

HumasUIN – Dalam upaya memperkuat pemahaman kesadaran demokrasi serta mendorong partisipasi aktif kalangan akademisi dalam pengawasan pesta demokrasi mendatang, Fakultas Syariah menggelar Seminar Konsolidasi Demokrasi. Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Mahasiswa dalam Pengawasan Partisipatif pada Pemilu 2029” ini diselenggarakan di Aula Fakultas Syariah pada Jumat (23/10/2026).

​Acara strategis ini diikuti oleh sedikitnya 50 mahasiswa pilihan yang merupakan delegasi dari tiga program studi di lingkungan Fakultas Syariah. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak pagi hari, mengingat kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh penting nasional dan daerah di bidang pengawasan serta pelayanan publik.

​Seminar tersebut menghadirkan Anggota Ombudsman RI, Syafrida Rachmawati Rasahan, S.H., M.H., serta Anggota Bawaslu Provinsi Banten, Liah Culiah, sebagai narasumber utama. Turut hadir pula dalam jajaran pimpinan fakultas, Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Hj. Iin Ratna Sumirat, S.H., M.Hum., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Dr. H. Dede Permana, M.A., serta sejumlah dosen dan civitas akademika.

​Kehadiran Syafrida Rachmawati Rasahan di tengah mahasiswa, yang beberapa waktu lalu sempat menyita perhatian publik nasional berkat keberaniannya membongkar dugaan fasilitas mewah di Lapas Cibinong, menjadi magnet tersendiri dalam acara ini.

​Dalam pemaparannya, Syafrida menyoroti peliknya dinamika dan problematika penyelenggaraan pemilu di era modern yang sarat teknologi. Ia menegaskan bahwa kemajuan digital membawa dua sisi mata uang yang harus diwaspadai bersama oleh penyelenggara maupun masyarakat.

​”Mahasiswa sebagai anak muda yang umumnya cerdas digital harus berkontribusi dalam mencegah atau meminimalisir terjadinya pelanggaran pemilu, dengan kecerdasan digital yang dimilikinya,” ujar Syafrida di hadapan para peserta.

​Mantan Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Utara ini merinci sejumlah ancaman nyata yang kerap mengintai integritas pemilu di era digital, mulai dari masifnya penyebaran berita bohong (hoax) dan disinformasi, manipulasi konten berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga ancaman kerentanan keamanan siber dan potensi kebocoran data pemilih. Menurutnya, kesuksesan Pemilu 2029 tidak bisa hanya dibebankan kepada penyelenggara, melainkan membutuhkan kolaborasi dan tanggung jawab bersama dari seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa sebagai agent of change.

​Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Hj. Iin Ratna Sumirat, S.H., M.Hum., dalam sambutan resminya menekankan pentingnya peran institusi pendidikan tinggi dalam mengkaji dinamika demokrasi secara akademis. Ia mendorong para mahasiswa untuk menjadikan isu-isu kepemiluan sebagai fokus utama dalam pengembangan studi ilmiah.

​Prof. Iin berharap mahasiswa Fakultas Syariah tidak hanya berhenti pada tataran peserta seminar, tetapi juga berani mengeksplorasi kajian mendalam melalui penulisan tugas akhir skripsi, publikasi jurnal ilmiah, maupun riset kolaboratif yang aplikatif.

​”Fakultas Syariah telah membuka pintu kerjasama dengan lembaga-lembaga kepemiluan, termasuk Bawaslu. Tujuannya tiada lain untuk membuka akses seluas-luasnya bagi para mahasiswa yang ingin menekuni kajian-kajian seputar kepemiluan, termasuk menghadirkan para praktisi untuk datang langsung ke kampus dan berbagi pengalaman. Mohon fasilitas ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tutur Guru Besar bidang Otonomi Daerah tersebut.

​Peluang emas ini langsung mendapat sambutan positif dari pihak Bawaslu. Komisioner Bawaslu Provinsi Banten, Liah Culiah, secara terbuka menyatakan kesiapan lembaganya untuk menerima mahasiswa Fakultas Syariah UIN Banten yang ingin mendalami dunia pengawasan pemilu secara praktis. Pihaknya membuka pintu seluas-luasnya bagi mahasiswa yang berminat melaksanakan riset lapangan, program magang profesional, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara kolaboratif bersama Bawaslu Banten.

​Melalui sinergi antara akademisi dan lembaga pengawas pemilu ini, diharapkan lahir generasi muda yang kritis, berintegritas, serta siap mengawal kualitas demokrasi Indonesia menuju Pemilu 2029 yang lebih transparan dan berkeadilan.

The post Dorong Kesadaran Demokrasi Mahasiswa, Fakultas Syariah Gelar Seminar Bareng Bawaslu first appeared on Spirituality, Intellectuality, Professionalism.

   

Leave a Reply