Ma’had Al-Jami’ah UIN Banten Perkuat Pembinaan Mahasiswa KIP-K di Pesantren Mitra

HumasUIN – Ma’had Al-Jami’ah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar webinar pembinaan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang tinggal di pesantren mitra, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menghadirkan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr. Dedi Sunardi, M.H., sebagai narasumber.

Webinar tersebut menjadi bagian dari upaya Ma’had Al-Jami’ah memperkuat pembinaan berkelanjutan bagi mahasiswa KIP-K agar mampu menjalankan peran sebagai mahasiswa sekaligus santri secara seimbang.

Dalam pemaparannya, Dedi menekankan pentingnya menyelaraskan prestasi akademik dengan pembentukan karakter Islami. Mahasiswa KIP-K dituntut menjaga IPK di atas 3,25, aktif dalam riset dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), sekaligus menjadi teladan dalam adab, hafalan, dan pemahaman keagamaan.

Pembinaan diarahkan melalui empat pilar, yakni keislaman dan kepesantrenan, prestasi akademik, karakter dan soft skill, serta administrasi dan wawasan kebangsaan. Pilar keislaman mencakup tahsin-tahfidz, fikih ibadah, akhlak, dan moderasi beragama. Sementara aspek akademik meliputi manajemen waktu, strategi belajar, penulisan karya ilmiah, serta persiapan TOEFL dan TOAFL.

Pada aspek karakter, mahasiswa dibekali kepemimpinan, public speaking, dan problem solving. Adapun aspek administrasi dan kebangsaan mencakup kepatuhan administratif, literasi finansial, serta penguatan nilai-nilai Pancasila.

Dedi juga menjelaskan bahwa pembinaan dilaksanakan secara berjenjang melalui halaqah dan ta’lim harian, mentoring mingguan, workshop dan seminar bulanan, serta evaluasi setiap akhir semester. Evaluasi mencakup Kartu Hasil Studi (KHS), rapor ma’had, kinerja ilmiah, kepatuhan, dan transparansi proses pembinaan.

“Santri KIP-K sedang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang memiliki daya saing global sekaligus menjadi duta bagi agama dan negara,” katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Kepala Ma’had Al-Jami’ah, Ahmad Muchlishon, mengingatkan bahwa KIP-K bukanlah hadiah cuma-cuma, melainkan akad amanah antara mahasiswa penerima, negara, dan Allah. Dana yang menopang pendidikan mahasiswa KIP-K berasal dari keringat rakyat Indonesia: petani di pelosok sawah, nelayan di tengah lautan, hingga pedagang kecil di pasar tradisional.

“Karena itu, cara terbaik untuk mensyukuri amanah ini bukanlah dengan berpuas diri, melainkan dengan membuktikan kualitas intelektual dan kemuliaan akhlak,” tegansya.

Ia menambahkan, penempatan mahasiswa di pesantren mitra merupakan ikhtiar UIN Banten membentuk lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki kedalaman spiritual dan integritas moral. Atas dasar itu, mahasiswa didorong menjalani pembinaan dengan disiplin dan istiqamah, menjaga nama baik almamater dan pesantren, serta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk memberi manfaat bagi keluarga, umat, dan bangsa.

   

Leave a Reply