Menag RI Nasaruddin Umar: Teladani Nabi Muhammad SAW sebagai Pelopor Sains, Teknologi, dan Inovasi Kreatif

HumasUIN – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., memberikan pengarahan penting mengenai integrasi antara nilai-nilai keislaman, sains, dan teknologi dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Dalam pemaparannya, Menag menekankan bahwa Islam memiliki sejarah panjang dan tradisi yang kuat terhadap penghargaan ilmu pengetahuan, riset, serta kreativitas.

​Lebih lanjut, dalam pemaparan materinya yang mendalam, Menag menjelaskan bahwa sejarah peradaban Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW telah sangat menghargai sains dan teknologi.

“Jadi kalau kalian kreatif, itu adalah anak tangga Anda untuk menjumpai Tuhan, Al-Halim (Allah Maha Kreatif), dan kita diajak untuk mencontoh sifat Allah yang kreatif,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam kutipan langsungnya.

​Menag menguraikan bahwa Nabi Muhammad SAW bukan hanya seorang pemimpin spiritual, tetapi juga sosok yang sangat terbuka terhadap penemuan-penemuan baru dan kreativitas umatnya. Beliau mencontohkan bagaimana apresiasi Nabi terhadap seorang pemuda di Madinah yang menciptakan lampu penerang masjid yang sangat terang sebuah inovasi yang belum pernah ada sebelumnya di seluruh negeri Arab. Selain itu, kisah pembuatan mimbar pertama dari batang kurma hingga inisiatif seorang arsitek perang bernama Salman al-Farisi dalam merancang strategi pertahanan dan penggalian parit membuktikan bahwa Islam selalu mendasarkan diri pada riset dan kecerdasan intelektual.

​Menag juga memaparkan bahwa peradaban Islam dipenuhi oleh para ilmuwan multi-talenta di masa lalu, di mana para ulama besar tidak hanya menguasai ilmu fikih atau keagamaan semata, melainkan juga ahli di bidang kedokteran, arsitektur, teknik pertanian, hingga sosial engineering. Beliau mencontohkan bagaimana konsep pengobatan Nabi menggunakan bahan-bahan alami seperti bawang putih, bawang merah, dan air zamzam, serta inovasi sistem pengairan dan teknik pembangunan bendungan untuk mencegah banjir yang jauh melampaui zamannya.

​Mengaitkan sejarah tersebut dengan era modern saat ini, Menag mengingatkan pentingnya penguasaan sains dan teknologi agar umat Islam tidak tertinggal dalam percaturan global. Beliau menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) hingga super intelligence yang harus disikapi secara bijak, kritis, dan inovatif oleh generasi muda bangsa.

​”Apa yang Anda duduk di sini sekarang ini, bukan soal gambar, itu sudah dilakukan oleh peradaban yang mematikan, dan kali ini sains semakin maju,” pesan Menag dalam kutipan langsungnya, mengingatkan pentingnya penguasaan riset dan teknologi masa depan.

Setelah membuka acara secara resmi, Menteri Agama melanjutkan agenda dengan meninjau langsung sejumlah stan expo kontingen dari berbagai PTKIN. Salah satu stan yang dikunjungi adalah milik kontingen UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten. Dalam kunjungan tersebut, stan UIN SMH Banten memamerkan berbagai produk inovasi unggulan, di antaranya eco smart, bio ma’had, pytronic, hajj care, hingga aplikasi falak qiblah. Menag mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang terus memacu inovasi di bidang teknologi dan lingkungan.

​Melalui ajang OASE III PTKIN ini, Menteri Agama berharap agar perguruan tinggi Islam terus bertransformasi menjadi pusat lahirnya para ilmuwan, peneliti, dan inovator tangguh yang mampu menyeimbangkan antara kedalaman spiritualitas dan kemajuan sains modern demi kemaslahatan umat manusia.

The post Menag RI Nasaruddin Umar: Teladani Nabi Muhammad SAW sebagai Pelopor Sains, Teknologi, dan Inovasi Kreatif first appeared on Spirituality, Intellectuality, Professionalism.

   

Leave a Reply