Raker Transformasi FUDA 2026: Meneguhkan Visi FUDA Critically, Locally, Globally Menuju Tata Kelola Unggul dan Berdampak Global

Serpong, 14 Februari 2026.

Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 12 hingga 14 Februari 2026. Bertempat di Hotel Trembesi, Serpong Kota Tangerang Selatan kegiatan ini mengusung tema besar:

“Transformasi Tata Kelola dan Penguatan Akademik Fakultas Ushuluddin dan Adab Berdaya Saing Unggul dan Berdampak.”

Forum strategis ini menjadi ajang konsolidasi penting yang mempertemukan jajaran pimpinan fakultas, pimpinan Lembaga dan UPT se UIN Banten, Ketua dan Sekretaris Jurusan yang berada di lingkungan FUDA UIN SMH Banten, Para Dosen FUDA, para Stakeholder terkait serta tenaga kependidikan untuk menyelaraskan arah kebijakan menuju visi besar UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang berdaya saing global.

Penguatan Program Studi Akidah dan Filsafat Islam Menuju Akreditasi Unggul

Pada hari pertama pelaksanaan Rapat Kerja, diawali dengan agenda strategis salah satu Prodi yaitu Strategi Pengembangan Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab yang Unggul dan Berdampak, yang dijadwalkan akan melakukan re-akreditasi pada bulan Mei 2026.

Sesi khusus ini menghadirkan narasumber nasional, yakni Ketua Asosiasi Akidah Filsafat Islam Indonesia (ASAFI), Prof. Dr. Kholid al-Walid, M.Ag. yang memberikan penguatan konseptual dan teknis terkait standar mutu, distingsi keilmuan, serta strategi pencapaian akreditasi unggul.

Dalam paparannya, Prof. Kholid al-Walid menekankan beberapa poin penting:

  1. Penegasan Distingsi Keilmuan AFI

Program studi harus memiliki keunikan akademik yang jelas, baik dalam pendekatan epistemologis, penguatan kajian turats, maupun pengembangan filsafat Islam kontemporer.

  • Konsistensi Kurikulum OBE

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) harus terintegrasi dengan visi fakultas serta kebutuhan dunia akademik dan masyarakat.

  • Penguatan Riset dan Publikasi Dosen

Produktivitas ilmiah menjadi indikator kunci dalam penilaian akreditasi, termasuk kolaborasi riset dan publikasi bereputasi.

  • Tracer Study dan Kemitraan

Data lulusan, jejaring alumni, serta kerja sama kelembagaan harus terdokumentasi secara sistematis.

Sesi ini sekaligus menjadi momentum reflektif untuk memastikan bahwa Prodi AFI tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang secara substansial dalam pengembangan keilmuan akidah dan filsafat Islam yang relevan dengan tantangan zaman.

Agenda lain yang paling fundamental dalam Raker 2026 ini adalah perumusan visi dan misi Fakultas Ushuluddin dan Adab periode 2025–2029. Melalui diskusi komprehensif dan partisipatif lintas komisi, forum berhasil merumuskan visi baru FUDA sebagai berikut:

“Menjadi Fakultas Ushuluddin dan Adab yang unggul dalam pengembangan keilmuan Islam dan humaniora berbasis kearifan lokal Banten yang berdampak global.”

Visi ini tidak hanya menjadi pernyataan normatif, melainkan ditetapkan sebagai kompas arah jangka panjang dan landasan utama dalam setiap pengambilan kebijakan strategis fakultas selama periode kepemimpinan 2025–2029.

Sebagai penguat identitas dan spirit akademik, Raker juga melahirkan slogan resmi fakultas yaitu : “FUDA: Critically, Locally, Globally.”

Slogan ini mengandung makna filosofis yang mendalam:

  • Critically: Mendorong tradisi berpikir kritis, reflektif, dan analitis dalam pengembangan keilmuan Islam dan humaniora.
  • Locally: Berakar pada kearifan lokal Banten sebagai basis epistemologis dan praksis akademik.
  • Globally: Berorientasi pada kontribusi ilmiah dan sosial di tingkat nasional dan internasional.

Dengan demikian, visi dan slogan tersebut menjadi fondasi ideologis sekaligus strategis dalam menjalankan roda kepemimpinan fakultas secara progresif, adaptif, dan berkelanjutan.

Selama pelaksanaan Raker, pembahasan juga difokuskan pada lima pilar utama:

  1. Tata Kelola Berbasis Kinerja melalui pembahasan administrasi umum, perencanaan dan keuangan. Reformasi administrasi menuju sistem yang transparan, akuntabel, dan berbasis indikator kinerja terukur.
  2. Mutu Akademik melalui perumusan Visi Keilmuan Prodi dan Implementasi kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang memastikan keselarasan antara capaian pembelajaran, kebutuhan stakeholder, dan daya saing lulusan.
  3. Riset dan Publikasi. Peningkatan produktivitas dosen dalam publikasi nasional terakreditasi dan jurnal bereputasi internasional melalui perumusan roadmap penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat.
  4. Kemahasiswaan dan Kerjasama melalui Penguatan kolaborasi nasional dan internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat dengan menggunakan skema Al-Jabbar, Al-Basith, Al-Bashir dan al-Jami’.
  5. Perumusan Arah Strategis 2025–2029 melalui Penyusunan dokumen perencanaan jangka menengah sebagai turunan operasional visi universitas dan fakultas melalui Rencana Strategis (RENSTRA) dan Rencana Operasional (RENOP) FUDA.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. Masykur, M.Hum., menegaskan bahwa tahun 2026 merupakan fase konsolidasi strategis dan transformasi sistemik.

“Transformasi tata kelola yang kita usung bukan sekadar perubahan administratif di atas kertas, melainkan pembenahan sistem yang berorientasi pada pelayanan prima kepada mahasiswa. Kita ingin setiap unit kerja bergerak dengan indikator yang jelas, transparan, dan akuntabel. Penguatan akademik juga menjadi harga mati melalui kurikulum OBE agar lulusan kita benar-benar memiliki daya saing yang unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman.”

Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Ushuluddin dan Adab sekaligus Ketua Panitia, Dr. Hj. Eva Syarifah Wardah, M.Hum., menekankan pentingnya partisipasi kolektif dalam merumuskan arah kebijakan fakultas.

“Raker ini kami desain sebagai ruang dialog yang produktif dan reflektif. Setiap komisi membedah Indikator Kinerja Utama (IKU) serta menyelaraskannya dengan visi baru fakultas. Kami memastikan seluruh aspirasi program studi dan unit kerja terakomodasi dalam draf program kerja yang terukur. Semangat kolektif inilah yang akan mengantarkan FUDA menuju akreditasi unggul dan reputasi global.”

Raker secara resmi ditutup pada 14 Februari 2026 oleh Wakil Rektor II UIN SMH Banten, Dr. Ali Muhtarom, M.Pd. yang memberikan apresiasi sekaligus arahan strategis.

“Fakultas Ushuluddin dan Adab adalah salah satu pilar kekuatan keilmuan di UIN SMH Banten. Hasil Raker ini harus menjadi peta jalan yang konkret. Pastikan setiap program memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan berkontribusi pada peningkatan reputasi universitas di level global. Kolaborasi internal adalah kunci; jangan ada ego sektoral dalam mencapai target-target besar kita.”

Sebagai hasil konkret, Raker FUDA 2026 menghasilkan sejumlah dokumen strategis periode 2025–2029, yaitu:

  1. Rencana Strategis (Renstra) Fakultas 2025–2029
  2. Rencana Operasional (Renop).
  3. Peta Jalan (Roadmap) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
  4. Indikator Kinerja Utama (IKU) Fakultas 2025–2029. Parameter terukur yang menjadi instrumen monitoring dan evaluasi capaian kinerja akademik, tata kelola, dan reputasi institusi.

Dengan berakhirnya Raker 2026, Fakultas Ushuluddin dan Adab meneguhkan komitmennya untuk menjadi fakultas yang adaptif terhadap perubahan, kompetitif dalam pengembangan keilmuan Islam dan humaniora, serta berkelanjutan dalam tata kelola yang profesional.

Visi baru, slogan strategis, dan dokumen perencanaan yang dihasilkan bukan sekadar produk administratif, melainkan fondasi transformatif bagi kepemimpinan periode 2025–2029 dalam mewujudkan FUDA sebagai pusat keilmuan Islam yang berpikir kritis, berakar lokal, dan berdampak global. (ESAFA)

Tinggalkan Balasan