HumasUIN – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu akademik, Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) pada Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menjalani proses Asesmen Lapangan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2026.
Dalam asesmen ini, BAN-PT mengutus dua pakar sebagai tim asesor, yakni Prof. Dr. Dudung Abdurahman, M. Hum dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Dr. Setia Gumilar, M.Si dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Acara pembukaan secara resmi digelar pada Jumat (30/1/2026) bertempat di Aula FUDA UIN SMH Banten. Agenda penting ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Kepala Biro AUPK, Kepala Biro AAKK, Wakil Rektor I dan III, seluruh Dekan Fakultas, jajaran pimpinan lembaga seperti LPM dan LP2M, serta seluruh civitas akademika di lingkungan FUDA.
Wakil Rektor I UIN SMH Banten, Dr. H. Nana Jumhana, M.Ag., yang hadir mewakili Rektor, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terlaksananya agenda ini. Beliau mengungkapkan bahwa proses akreditasi ini merupakan momen yang sangat dinantikan oleh seluruh tim Task Force setelah sempat mengalami kendala administratif pada sistem perpanjangan otomatis.

“Alhamdulillah, di hari yang penuh berkah ini kita akhirnya melaksanakan asesmen lapangan untuk akreditasi atau re-akreditasi prodi SPI. Jujur saja, masa akreditasi ini seharusnya berakhir Mei tahun lalu, namun karena ada kendala teknis dalam jendela sistem akreditasi, SK perpanjangan baru kami terima Januari ini. Teman-teman di SPI sempat merasa gundah, namun hari ini kegalauan itu terjawab dengan kehadiran para asesor,” ujar Dr. Nana Jumhana dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Wakil Rektor I menganalogikan proses asesmen lapangan ini dengan pemantauan hilal dalam metode penetapan waktu ibadah. Ia berharap kehadiran asesor tidak hanya untuk memberikan penilaian administratif, tetapi juga pembinaan demi meningkatkan kualitas lulusan.
“Ibarat kata, asesmen lapangan ini adalah tahapan rukyatul hilal atau melihat langsung secara nyata di lapangan setelah sebelumnya dilakukan hisab melalui data dokumen. Kami berharap Bapak Asesor dapat memotret kualitas prodi kami seindah warna aslinya. Kami juga memohon bimbingan agar titik-titik lemah kami dapat diperbaiki, karena kami ingin akreditasi ini berbanding lurus dengan kualitas lulusan. Saat ini, UIN SMH Banten telah meraih akreditasi universitas ‘Unggul’ sejak 2025, dan sekitar 40 persen prodi kami juga sudah mencapai predikat Unggul,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan tim asesor BAN-PT, Prof. Dr. Dudung Abdurahman, M. Hum., memberikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak universitas. Beliau menjelaskan bahwa kehadirannya bertujuan untuk melakukan verifikasi faktual terhadap data yang telah dilaporkan dalam dokumen LED maupun LKPS.

“Proses asesmen lapangan sekarang merupakan tahap konfirmasi untuk menegaskan kembali apa yang sudah dilaporkan sebelumnya. Kami memahami ada masa penantian yang cukup lama dari pihak universitas terkait jadwal ini. Oleh karena itu, kami berupaya agar proses ini berjalan seefisien mungkin. Harapan kita semua tentu adalah hasil yang maksimal. Meski hasil akhirnya adalah wewenang penuh BAN-PT, kami berharap proses hari ini berjalan lancar hingga selesai,” ungkap Prof. Dudung.
Kegiatan asesmen lapangan ini diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal bagi Program Studi SPI, sekaligus memperkuat posisi UIN SMH Banten sebagai salah satu institusi pendidikan Islam unggul di Indonesia.
Source Berita : https://uinbanten.ac.id/archives/3209

