UIN Banten Perkuat Diplomasi Akademik di Madinah melalui FGD Kaligrafi Al-Qur’an dan Implementasi MoU Bahasa Arab

HumasUIN – UIN SMH Banten kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui rangkaian Focus Group Discussion (FGD) di Madinah, Arab Saudi, pada Kamis (1/10/2026). Rangkaian kegiatan tersebut berfokus pada pengkajian khat, kaligrafi Al-Qur’an, serta implementasi Memorandum of Understanding (MoU) bersama Harfu Al Arabiah dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab.

Agenda pertama dilaksanakan di Prince Mohammed bin Salman Global Center for Arabic Calligraphy – Dar Al-Qalam, Madinah. Forum tersebut menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan perkembangan khat dan kaligrafi Arab, khususnya keterkaitannya dengan tradisi penulisan Al-Qur’an dan perkembangan seni kaligrafi di era kontemporer. Dalam pertemuan tersebut, delegasi UIN Banten berdiskusi bersama Direktur Dar Al-Qalam, Dr. Salah Al Suhaimi. Pembahasan menempatkan kaligrafi tidak hanya sebagai seni visual, tetapi juga warisan intelektual dan kebudayaan Islam yang memiliki hubungan erat dengan sejarah transmisi teks Al-Qur’an.

Direktur Dar Al-Qalam, Dr. Salah Al Suhaimi, menyampaikan pentingnya kolaborasi tersebut bagi pengembangan kajian keislaman di tingkat dunia.

“Kaligrafi Arab bukan hanya persoalan keindahan tulisan, tetapi juga merupakan bagian dari perjalanan ilmu, budaya, dan peradaban Islam. Karena itu, kerja sama dengan perguruan tinggi seperti UIN Banten penting untuk memperluas kajian dan memperkenalkan khazanah kaligrafi kepada generasi akademik di tingkat internasional,” ujar Dr. Salah Al Suhaimi.

Pertemuan tersebut turut membuka peluang pengembangan kerja sama strategis meliputi penelitian, pendidikan, dokumentasi, workshop kaligrafi, pertukaran akademik, hingga pengembangan kajian manuskrip serta seni penulisan Al-Qur’an. Bagi UIN Banten, khat dan kaligrafi dikembangkan tidak sekadar sebagai ekspresi seni, melainkan sebagai pintu masuk kajian interdisipliner yang mempertemukan Al-Qur’an, bahasa Arab, sejarah peradaban Islam, seni, pendidikan, dan teknologi digital.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan FGD implementasi MoU bersama Harfu Al Arabiah untuk membahas perkembangan bahasa Arab di luar negara-negara Arab serta peluang kolaborasi akademik lintas negara. Forum ini dihadiri oleh Direktur Harfu Al Arabiah, Dr. Fahd Musa, serta Dr. Omar Abdala Abu Bakir. Discussion diarahkan pada isu strategis seperti kebutuhan pembelajar bahasa Arab di Indonesia, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, hingga pengembangan materi ajar.

Direktur Harfu Al Arabiah, Dr. Fahd Musa, menegaskan perubahan orientasi pembelajaran bahasa Arab di era modern.

“Perkembangan bahasa Arab saat ini tidak lagi terbatas pada negara-negara Arab. Bahasa Arab telah menjadi bahasa global yang dipelajari dalam berbagai konteks pendidikan dan kebudayaan. Karena itu, kerja sama dengan UIN Banten menjadi peluang penting untuk memahami kebutuhan pembelajar bahasa Arab di luar dunia Arab sekaligus mengembangkan model pembelajaran yang lebih relevan,” kata Dr. Fahd Musa.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Omar Abdala Abu Bakir menyoroti pentingnya adaptasi terhadap ekosistem pembelajaran yang terus berubah.

“Masa depan pembelajaran bahasa Arab membutuhkan kolaborasi antara institusi, akademisi, teknologi, dan komunitas pembelajar. Pertukaran pengalaman antara Arab Saudi dan Indonesia dapat menghasilkan pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap kebutuhan generasi muda,” tutur Dr. Omar Abdala Abu Bakir.

Dari pihak institusi, Tim Delegasi UIN Banten menegaskan komitmen untuk membawa pengajaran bahasa Arab ke ranah internasional berbasis inovasi dan riset.

“UIN Banten memandang bahwa pengembangan bahasa Arab tidak boleh berhenti pada penguasaan bahasa secara konvensional. Bahasa Arab harus dikembangkan melalui riset, teknologi, kebudayaan, dan jejaring internasional. Pertemuan di Madinah ini menjadi momentum untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan antara UIN Banten dan mitra di Arab Saudi,” tegas Tim Delegasi UIN Banten.

Kolaborasi ini juga direlevansikan dengan transformasi digital dan pengembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan guna menciptakan pembelajaran bahasa Arab yang lebih personal, interaktif, dan adaptif. Implementasi kerja sama akan direalisasikan melalui program nyata seperti penelitian bersama, pertukaran akademik, seminar internasional, pelatihan tenaga pengajar, hingga inovasi bahan ajar berbasis teknologi. Rangkaian agenda di Madinah mempertegas langkah UIN Banten dalam membangun diplomasi pengetahuan serta memperluas kontribusi perguruan tinggi Keagamaan Islam Indonesia dalam percakapan akademik global.

The post UIN Banten Perkuat Diplomasi Akademik di Madinah melalui FGD Kaligrafi Al-Qur’an dan Implementasi MoU Bahasa Arab first appeared on Spirituality, Intellectuality, Professionalism.

   

Leave a Reply