To Foster an Academic Environment, FUDA UIN Banten Hones Students’ Critical Thinking Skills Through Structured Thematic Quran and Hadith Seminars

SERANG —Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten melalui Laboratorium Media Pembelajaran menyelenggarakan terobosan akademik melalui kegiatan Seminar Quran Hadis Tematik Terstruktur. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa FUDA, dengan fokus partisipasi dari mahasiswa program studi Ilmu al-Quran dan Tafsir serta Ilmu Hadis.

Seminar ini dirancang untuk mendiseminasikan gagasan mahasiswa secara sistematis dengan membagi sesi pemaparan ke dalam empat klaster kajian. Klaster Pertama: Membahas isu-isu fundamental mengenai Teologi, Spiritualitas, dan Nilai-Nilai Keseimbangan Hidup. Klaster Kedua: Berfokus pada diskursus seputar Psikologi, Manajemen Diri, dan Kesehatan Mental. Klaster Ketiga: Mengkaji dinamika sosial dalam tema Keluarga, Pendidikan, Gender, dan Relasi Interpersonal. Klaster Keempat: Mengeksplorasi tantangan kontemporer melalui tema Etika Digital, Komunikasi Publik, dan Wawasan Sains-Teknologi. Untuk memastikan kualitas diskursus dan mempertajam analisis karya tulis mahasiswa, setiap klaster didampingi secara langsung oleh para reviewer berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Kepala Laboratorium Media Pembelajaran FUDA UIN SMH Banten, Mohamad Alif menyampaikan bahwa agenda ini merupakan upaya strategis untuk mengontekstualisasikan teks-teks keagamaan dengan realitas modern. “Seminar tematik ini kami rancang agar mahasiswa mampu mendialogkan teks suci Al-Quran dan Hadis dengan berbagai isu kekinian, mulai dari problem kesehatan mental hingga etika di era digital. Kehadiran reviewer bertujuan untuk mematangkan kerangka berpikir mahasiswa. Kegiatan ini perdana, dan ke depan akan dilaksanakan secara lebih luas dengan melibatkan semua mahasiswa prodi yang ada di lingkungan FUDA ” jelasnya.

Inisiatif akademik ini mendapat apresiasi penuh dari pimpinan fakultas. Dekan FUDA, Masykur menegaskan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan visi fakultas dalam melahirkan lulusan yang responsif terhadap perubahan zaman. “Kami sangat mendukung langkah Laboratorium Media Pembelajaran, Seminar ini membuktikan bahwa diskursus keislaman di FUDA tidak berhenti pada pembacaan teks klasik, melainkan mampu menawarkan solusi atas permasalahan sosial masyarakat,” ungkap Dekan FUDA dalam keterangannya.

Dukungan senada turut disampaikan oleh Wakil Dekan III FUDA, Endang Saeful Anwar. Pihaknya menyoroti pentingnya dampak keberlanjutan dari penyelenggaraan seminar ini terhadap tradisi intelektual dan iklim suasana akademik di kampus.

“Kami berharap seminar ini akan meningkatkan iklim suasana akademik yang lebih hidup di lingkungan mahasiswa FUDA. Lebih jauh dari itu, kami mendorong agar momentum ini memicu munculnya komunitas kelas menulis secara mandiri, sehingga karya-karya mahasiswa nantinya dapat dipublikasikan secara lebih luas,” tegas Wakil Dekan III.

Melalui pendekatan tematik dan pendampingan terstruktur, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu menjembatani kebutuhan mahasiswa dalam mengasah kemampuan riset, komunikasi publik, dan penulisan ilmiah.

Leave a Reply