
UIN Public Relations – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten bersama Ma’had Al-Jami’ah menyelenggarakan Seminar Hari Santri Nasional 2026 sekaligus memperingati Dies Natalis ke-64 UIN SMH Banten. Kegiatan yang mengusung tema “Santri Unggul: Integrasi Ilmu dan Nilai dalam Membangun Generasi Berdaya Saing di Era Global” ini dilangsungkan di Auditorium Rektorat Lantai 3, Kampus 2 UIN SMH Banten pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan tahlil bersama. Sebagai wujud nyata kepedulian sosial terhadap sesama, pihak UIN SMH Banten turut menyalurkan santunan kepada 50 anak yatim dan dhuafa dengan total bantuan mencapai Rp19.555.000.
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., menegaskan pentingnya transformasi peran santri di tengah masyarakat modern. Menurutnya, santri tidak boleh hanya puas menjadi bagian dari masyarakat, melainkan harus mampu mengambil peran sebagai motor penggerak perubahan dan pemimpin masa depan.
“Santri itu ibarat jangkar yang merapat dan menyatu dengan masyarakat. Namun, dengan adanya Undang-Undang Pesantren dan momentum Hari Santri, sekarang wayahnya santri jangan hanya sekadar menjadi jangkar, tapi juga menjadi kapal. Kalian adalah penerus perjuangan ulama untuk mempertahankan persatuan bangsa sekaligus menjadi pemimpin-pemimpin masa depan,” tegas Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A.
Lebih lanjut, Rektor UIN SMH Banten menambahkan bahwa penguasaan ilmu-ilmu praktis yang ditopang oleh fondasi tradisi keagamaan yang kuat merupakan instrumen vital bagi para santri. Bekal tersebut dinilai krusial agar santri mampu menjawab tantangan zaman yang kian dinamis, serta memiliki daya saing global yang tinggi tanpa harus tercerabut dari akar nilai-nilai keislaman yang autentik.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang, K.H. Matin Syarqowi, hadir sebagai narasumber utama untuk membedah materi mendalam mengenai peran strategis pendidikan pesantren salafiyah dalam mencetak generasi unggul. Dalam pemaparannya, K.H. Matin Syarqowi menyoroti sejarah panjang perjuangan lahirnya Hari Santri yang tidak diraih begitu saja sebagai hadiah, melainkan buah dari pergerakan serta ketekunan para pengasuh pesantren, termasuk inisiatif Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten dalam memperjuangkan regulasi dan pengakuan negara.
K.H. Matin Syarqowi juga menegaskan posisi mendasar pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan formal dan nonformal yang memiliki hak setara dengan institusi pendidikan lainnya, bukan sekadar entitas keagamaan semata. Melalui landasan konstitusional seperti UUD 1945 dan UU Sisdiknas, beliau mendorong adanya keadilan politik anggaran serta gagasan pembentukan Lembaga Sertifikasi Kesetaraan Berbasis Kompetensi. Langkah ini dinilai penting agar kapasitas keilmuan riil yang dikuasai para santri baik santri mukim maupun santri kalong mendapatkan pengakuan yang adil dan proporsional dari negara.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, UIN SMH Banten berharap dapat memperkuat kapasitas keilmuan serta karakter moral para santri. Momentum Dies Natalis ke-64 dan Hari Santri Nasional 2026 ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang mandiri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa di kancah global
The post The Transformation of the Role of Santri in the Global Era: UIN SMH Banten Holds a Seminar for National Santri Day first appeared on Spirituality, Intellectuality, Professionalism.

