Mumtaz! Mahasiswa BSA UIN SMH Banten Sabet Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Nasional

FUDA | Senin (03/04/2023) – Ahmad Najid Rasikhullah, mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sabet juara 1 cabang Lomba Cerpen pada ajang Lomba Kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Pemimpin Berkarya Nusantara (PBN) 2023 pada tanggal 14-30 Maret 2023.

Perlombaan ini digelar secara online dari akun Instagram @official.pbn dengan mengangkat tema “seorang pemimpin dapat berkomunikasi dan berargumentasi.” Perlombaan ini diikuti oleh mahasiswa se-Indonesia.

FUDA UIN Banten layak berbangga dengan prestasi mahasiswa asal Bogor ini, sebab Najid mengharumkan nama FUDA dan UIN SMH Banten dengan meraih peringkat 1 lomba cerpen nasional. Judul cerpen yang ditulis Najid ialah “Mengembalikan Identitas Yang Sempat Hilang”. Mengisahkan seorang mahasiswa asal Serang jurusan komunikasi yang setelah lulus kuliah di tahun 2022 kembali pulang ke desanya membantu ayahnya bertani dan mengatasi segala konflik di lingkungan desa sebab perbedaan memilih partai politik pada 2 periode sebelumnya, sampah yang menumpuk, banjir, su’udzon dan krisis kepedulian gotong royong dari kaum pemuda.

Sebagai mahasiswa semester akhir yang di tengah kesibukannya menggarap tugas akhir jurnal-skripsi, Najid diketahui rajin dalam mengikuti perlombaan menulis bidang sastra baik puisi dan cerpen dari informasi yang ia dapatkan pada akun Instagramnya.

Najid mengaku bangga bisa menjadi juara pada perlombaan cerpen nasional ini.

“Saya bangga bisa dapat juara di perlombaan ini, sebab perlombaan ini melewati 2 kali seleksi penilaian yaitu, 60% dari penilaian juri yang kemudian diseleksi dari seluruh peserta lomba menjadi 9 besar, kemudian yang kedua penilaian voting Instagram sebesar 40%. Alhamdulillah dari keluarga, saudara, teman-teman, bahkan dosen BSA ikut serta voting dukung saya sehingga berkat mereka saya bisa meraih juara 1, saya terharu dan sangat menghargai effort dari mereka semua” ujarnya.

Lebih lanjut, Najid berharap dengan adanya kemampuan penulisan sastra yang ia miliki dapat menghasilkan karya-karya yang bermanfaat untuk dirinya dan menularkan nilai optimis di lingkungan sekitarnya dengan ungkapan “ternyata kita juga bisa”. Menurutnya, semua orang memiliki bakat dan minat masing-masing yang istimewa, dan kita hanya perlu terus berusaha serta berkembang dan menghargai setiap langkah yang telah kita lakukan untuk menuju telaga yang diimpikan dan diharapkan. [ANR]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top