Rektor UIN Banten Hadiri Peresmian Gedung IABN Tangerang: Menag Tekankan Kampus sebagai “Big House For Humanity”

HumasUIN – Rektor UIN Banten menghadiri Launching Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Sriwijaya Tangerang sekaligus peresmian gedung pusat informasi. Kehadirannya disambut Rektor IABN Sriwijaya, Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra.

Launching dan peresmian gedung pusat informasi IABN Sriwijaya Tangerang sendiri diresmikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama mengapresiasi kinerja pimpinan IABN yang dinilai mampu mempercepat pembangunan infrastruktur kampus.

Menteri Agama mengatakan, pembangunan gedung yang telah berdiri kokoh dalam waktu relatif singkat menunjukkan perpaduan kepemimpinan (leadership) dan kemampuan manajerial (management) yang baik. Kombinasi keduanya menjadi modal penting bagi pengembangan dan kemajuan perguruan tinggi.

Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan tidak cukup hanya membangun sarana fisik. Kampus juga harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menteri Agama mengaitkan keberadaan gedung dengan filosofi Yowana, Shuka, Widya, dan Laya: keindahan, kebahagiaan, pengetahuan yang membebaskan manusia, serta tempat bernaung. Dengan filosofi tersebut, gedung kampus diharapkan menjadi rumah pengetahuan yang menghadirkan kebahagiaan sejati.

“Gedung ini harus menjadi jantung kehidupan IABN Tangerang,” demikian pesan Menteri Agama. Ia berharap gedung-gedung yang dikelola komunitas keagamaan tidak hanya menjadi tempat kegiatan internal, tetapi juga berkembang menjadi Big House for Humanity, rumah besar bagi kemanusiaan yang terbuka bagi semua kalangan.

Menteri Agama juga mendorong perguruan tinggi keagamaan untuk memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan dan hasil penelitian. Menurutnya, kampus harus membangun kolaborasi lintas institusi, termasuk dengan perguruan tinggi Islam seperti Universitas Islam Negeri (UIN), agar sumber pengetahuan dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

Ia menekankan pentingnya membuka akses terhadap karya akademik, termasuk buku dan hasil penelitian para profesor. Pengetahuan yang dihasilkan perguruan tinggi, menurutnya, akan memberikan manfaat lebih besar apabila dapat dijangkau masyarakat luas, bukan hanya tersimpan di lingkungan akademik.

Semangat keterbukaan tersebut perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan perguruan tinggi keagamaan di Indonesia. Kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan pemanfaatan teknologi digital dapat memperkuat kontribusi kampus terhadap pembangunan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama menyoroti tantangan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan tanggung jawab moral, etika, dan pengawasan yang memadai.

Kekhawatiran terhadap perkembangan artificial superintelligence juga disuarakan sejumlah tokoh teknologi dan ilmuwan dunia. Geoffrey Hinton dan Yoshua Bengio, misalnya, termasuk tokoh yang mendukung seruan agar pengembangan superinteligensi tidak dilakukan secara terburu-buru tanpa jaminan keselamatan dan kendali yang memadai.

Menteri Agama mengingatkan bahwa teknologi yang semakin canggih berpotensi menimbulkan risiko serius apabila tidak dikendalikan, termasuk ancaman terhadap keamanan siber, sistem strategis negara, dan keberlangsungan kehidupan manusia.

Karena itu, agama perlu mengambil peran aktif dalam mengawal perkembangan teknologi. Nilai-nilai keagamaan harus menjadi landasan etik agar kemajuan ilmu pengetahuan tidak semata-mata mengejar kemampuan teknis, tetapi juga mempertimbangkan martabat manusia, keselamatan, dan kelestarian alam.

Pesan tersebut menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan memiliki tanggung jawab strategis: melahirkan cendekiawan yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mampu menggunakan keahliannya untuk kemaslahatan masyarakat.

Peresmian gedung IABN Sriwijaya Tangerang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran kampus sebagai pusat pendidikan, dialog lintas agama, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pengabdian kemanusiaan.

The post Rektor UIN Banten Hadiri Peresmian Gedung IABN Tangerang: Menag Tekankan Kampus sebagai “Big House For Humanity” appeared first on Spirituality, Intellectuality, Professionality.

   

Tinggalkan Balasan