SERANG – Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten kembali melakukan langkah strategis dalam upaya peningkatan mutu akademik. Kali ini, FUDA menyelenggarakan kegiatan Workshop Review Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) khusus untuk Program Studi Akidah dan Filsafat Islam (AFI) pada hari Senin, 29 Juni 2026 bertempat di Ruang Pertemuan FUDA.
Kegiatan yang bertujuan untuk merespons dinamika kebutuhan dunia kerja dan perkembangan keilmuan terkini ini, dibuka secara resmi oleh Dekan FUDA UIN SMH Banten, Dr. Masykur, M.Hum. Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FUDA menegaskan bahwa transisi menuju kurikulum berbasis OBE adalah keharusan agar lulusan program studi tidak hanya kuat secara teoretis, tetapi juga memiliki keterampilan nyata yang relevan dan terukur sesuai standar akreditasi nasional maupun internasional.
Dekan memberikan landasan filosofis dan teologis yang mendalam terkait urgensi pembaruan kurikulum dengan mengutip Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 27.
“Allah berfirman bahwa Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya (mengulanginya) kembali setelah kehancurannya, dan hal itu lebih mudah bagi-Nya. Ayat ini tidak hanya berbicara tentang hari kiamat, tetapi memberikan makna kosmologis yang mendalam bagi manusia tentang keniscayaan sebuah pembaruan,” papar Dekan FUDA di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, beliau mengontekstualisasikan ayat tersebut dengan kegiatan peninjauan kurikulum. “Kurikulum pendidikan bukanlah sesuatu yang statis. Ia bisa ‘hancur’ atau usang digilas perubahan zaman. Jika Tuhan senantiasa memperbarui ciptaan-Nya, maka kita sebagai manusia yang berilmu juga harus terus merekonstruksi dan merancang ulang (me-review) kurikulum kita. Menata ulang kurikulum menuju OBE ini adalah bentuk ikhtiar kita me-recreate pendidikan agar ruh keilmuan AFI tetap hidup, relevan, dan terus beradaptasi dengan semesta pengetahuan,” tegasnya.
Workshop ini terasa istimewa dengan hadirnya narasumber utama, yakni Prof. Dr. Kholid al Walid, M.Ag., yang merupakan Ketua Asosiasi Akidah dan Filsafat Islam (ASAFI) Indonesia. Dalam sesi pemaparannya, Prof. Kholid membedah secara komprehensif bagaimana desain kurikulum OBE seharusnya diterapkan dalam rumpun ilmu filsafat dan akidah. Ia menekankan pentingnya merumuskan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang spesifik, sehingga kajian filsafat Islam dapat lebih membumi dan mampu menjawab tantangan serta krisis pemikiran di era modern.
Dalam paparannya, Prof. Kholid menegaskan bahwa prinsip mendasar dari kurikulum OBE adalah berpusat pada profil lulusan, keahlian (skill), serta kebutuhan nyata di pasar kerja.
“Kita harus berani memetakan kompetensi apa yang benar-benar dicari oleh masyarakat hari ini. Sebagai contoh, saat mahasiswa AFI terjun di Kuliah Kerja Nyata (KKN), mereka tidak lagi hanya dituntut untuk berteori, tetapi masyarakat menuntut mereka bisa mengajar dengan metode yang kreatif atau berperan sebagai jurnalis media sosial yang mampu mendiseminasikan gagasan keagamaan secara moderat dan menarik,” jelas Prof. Kholid. Ia menekankan bahwa keahlian-keahlian praktis tersebut harus menjadi bagian integral dalam desain kurikulum agar lulusan AFI memiliki nilai tawar yang tinggi.
Untuk memastikan kurikulum yang disusun benar-benar holistik dan aplikatif, kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen. Diskusi dan peninjauan kurikulum tidak hanya diikuti oleh jajaran Dekanat FUDA dan para dosen home base Prodi AFI, tetapi juga dihadiri oleh para Ketua dan Sekretaris Program Studi (Kaprodi dan Sekprodi) di lingkungan FUDA guna memastikan sinkronisasi antardisiplin ilmu.
Lebih lanjut, guna mendapatkan sudut pandang yang komprehensif mengenai profil lulusan yang dibutuhkan di lapangan, panitia turut melibatkan elemen eksternal dan mahasiswa. Para stakeholder, user (pengguna lulusan), perwakilan alumni, serta mahasiswa AFI diberikan ruang untuk memberikan umpan balik (feedback) langsung mengenai efektivitas pembelajaran yang selama ini berjalan dan kompetensi apa saja yang paling relevan di dunia kerja saat ini.
Melalui pelibatan berbagai pihak dari hulu ke hilir ini, Prodi AFI UIN SMH Banten berharap dapat melahirkan draf kurikulum OBE yang tidak hanya memenuhi standar administratif, tetapi juga benar-benar progresif dalam mencetak pemikir Islam yang kritis, adaptif, dan berdaya saing global. FUDA Critically Locally dan Globally.







