Serang, 8 September— Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSPI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyelenggarakan kegiatan Orientasi Praktikum Profesi Lapangan (PPL) sebagai tahap awal pelaksanaan praktik mahasiswa di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA).
Kegiatan orientasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait mekanisme pelaksanaan PPL, etika profesi, serta pentingnya menghubungkan keilmuan yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik pelayanan keagamaan di masyarakat.
Ketua Program Studi Ilmu Hadis, Dr. Andi Rosa, M.A, menyampaikan bahwa kegiatan PPL merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman dan wawasan profesional.
“Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan untuk melakukan PPL di KUA ini. Kegiatan ini bukan hanya sebagai bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menambah pengalaman, wawasan, serta memahami secara langsung praktik pelayanan keagamaan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman lapangan akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa Ilmu Hadis dalam menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis. Melalui PPL, mahasiswa diharapkan mampu melihat bagaimana ilmu hadis memiliki relevansi dalam kehidupan sosial dan pelayanan keagamaan.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr. Masykur, M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan PPL di KUA memiliki nilai strategis dalam membangun kompetensi dan soft skill mahasiswa.
Dalam arahannya, Dekan menyampaikan bahwa profesi penghulu merupakan salah satu bidang yang dapat menjadi ruang pengembangan kemampuan mahasiswa, khususnya dalam aspek komunikasi dan pelayanan masyarakat.
“Menjadi penghulu merupakan profesi yang sangat baik untuk meningkatkan soft skill mahasiswa. Seorang penghulu tidak hanya membutuhkan pemahaman agama, tetapi juga harus memiliki kemampuan berbagai bahasa, seperti bahasa Arab dan bahasa lokal, agar mampu berkomunikasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara efektif,” jelasnya.
Dekan juga berharap mahasiswa Ilmu Hadis mampu melihat peluang profesi keagamaan secara lebih luas dengan mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan praktis.
Pada kesempatan yang sama, pemateri orientasi menyampaikan bahwa pelaksanaan PPL mahasiswa Ilmu Hadis di KUA merupakan langkah penting dan berpotensi menjadi pengalaman pertama bagi program studi dalam menjalin praktik profesi di lingkungan KUA.
“Kegiatan ini bisa jadi akan menjadi pengalaman pertama adanya PPL di KUA dari Program Studi Ilmu Hadis. Kehadiran mahasiswa tentu akan memberikan manfaat, baik bagi mahasiswa maupun bagi KUA, terutama dalam mendukung efektivitas pelayanan dan kinerja lembaga,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi harus mampu mengimplementasikan ilmu tersebut melalui pengalaman nyata.
“Mahasiswa jangan hanya fokus pada teori, tetapi harus belajar dari teori dan tumbuh dengan pengalaman. Sebab teori yang tidak diaplikasikan dalam bentuk pengalaman tidak akan memiliki nilai kontribusi maupun dampak nyata,” tambahnya.
Lebih lanjut, pemateri mengingatkan mahasiswa agar memiliki sikap adaptif terhadap perubahan dan perkembangan zaman. Menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
“Mahasiswa harus adaptif dalam menyikapi perubahan dan tuntutan zaman, termasuk mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis. Dengan bekal keilmuan, pengalaman lapangan, dan keterampilan profesional, mahasiswa akan mampu bersaing di dunia nyata,” tegasnya.
Melalui kegiatan Orientasi Praktikum Profesi Lapangan ini, Program Studi Ilmu Hadis FUSPI UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berharap mahasiswa mampu memperkuat integrasi antara keilmuan hadis, pelayanan keagamaan, dan kebutuhan masyarakat, sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan berdaya saing.





