HumasUIN – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin mengimbau seluruh pimpinan biro di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) untuk memberikan perhatian khusus pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama dalam penguasaan Artificial Intelligence (AI). Penguasaan teknologi canggih tersebut dinilai menjadi kebutuhan mutlak yang tidak dapat ditunda lagi demi meningkatkan efisiensi dan kualitas tata kelola di lingkungan kampus.
Kamaruddin Amin menegaskan bahwa adopsi AI di lingkungan PTKN harus dilakukan secara menyeluruh dan terencana oleh jajaran biro. “AI ini sangat penting dan tidak lagi kita bisa mengabaikannya. Saya mengusulkan teman-teman untuk memprogramkan pelatihan AI untuk para pegawai. AI ini sangat penting sekali, dan di Kementerian Agama saya juga akan meminta seluruh biro untuk mengetahui, memahami, serta memanfaatkan teknologi yang sangat canggih ini,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI tersebut.

Selain pimpinan dan staf biro, para tenaga pendidik di perguruan tinggi juga diminta untuk adaptif terhadap perkembangan digital terkini. “Apalagi di kampus, ini penting banget. Dosen-dosen sekarang kalau tidak tahu AI, itu sangat ketinggalan. Jadi bukan hanya menggunakan aplikasi dasar, tetapi juga bisa menggunakannya secara luas dan ekstensif karena mampu mengefisiensikan waktu secara luar biasa,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI.
Ia memberikan gambaran konkret mengenai kemudahan yang ditawarkan oleh AI dalam mengolah dokumen berukuran besar dalam waktu singkat. “Kalau kita baca buku yang tebalnya 500 sampai 1.000 halaman secara manual, kita butuh waktu lama berhari-hari. Tetapi dengan menggunakan AI, kita cukup memasukkan buku digitalnya, lalu AI bisa memberikan resume dalam bentuk narasi, presentasi PowerPoint, hingga podcast yang intisarinya bisa langsung kita pahami tanpa harus membaca ratusan halaman secara manual,” tutur Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI.
Di samping penguasaan teknologi, isu kualitas perencanaan anggaran dan belanja lembaga turut menjadi sorotan utama dalam penguatan tata kelola kampus. “Tantangan kita bukan hanya pada seberapa besar APBN atau pendapatan negara, tetapi tantangan yang tidak kalah pentingnya adalah seberkualitas apa belanja yang kita lakukan. Hal itu sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan di kampus, di mana kita harus bertransformasi dari sekadar berorientasi pada pembangunan akses fisik menuju peningkatan mutu dan efisiensi belanja,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI.
Mengenai pengelolaan anggaran daerah dan efisiensi operasional, pembatasan perjalanan dinas luar negeri juga diberlakukan secara selektif. “Sebagian besar usulan perjalanan dinas luar negeri saya minta ditunda atau tidak disetujui jika signifikansinya tidak begitu besar. Tolong diseleksi dan difilter, jika perjalanan tersebut memang memiliki urgensi dan manfaat yang tinggi untuk lembaga, pasti akan kita izinkan,” tegas Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI.
Untuk menyokong kemandirian finansial perguruan tinggi, ia juga mendorong optimalisasi aset fisik maupun potensi SDM dosen melalui skema kerja sama. “Kita punya sumber daya manusia yang melimpah dan pakar di berbagai bidang, tetapi belum termanfaatkan secara memadai. Kampus harus memikirkan bagaimana kapasitas SDM ini bisa dikapitalisasi dengan memberikan ruang bagi dosen untuk bekerja sama dengan dunia industri, masyarakat, maupun komunitas guna mendatangkan kebermanfaatan dan pendapatan bagi kampus,” pungkas Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI.
The post Sekjen Kemenag Minta Biro PTKN Maksimalkan Potensi SDM dan Aset Lembaga appeared first on Spirituality, Intellectuality, Professionality.

