UIN SMH Banten Gelar Mimbar Moderasi Beragama, Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama di Kalangan Generasi Muda

HumasUIN – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar Mimbar Moderasi Beragama di Auditorium Gedung Rektorat Lantai 3, Kampus 2 UIN SMH Banten, Senin pagi. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis ke-64 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten tersebut mengusung tema “Membangun Jembatan Toleransi: Membumikan Kerukunan Umat Beragama bagi Generasi Muda”. Acara ini terselenggara melalui kerja sama UIN SMH Banten dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat serta menghadirkan sejumlah tokoh dan pimpinan lintas agama guna memperkuat dialog dan membangun interaksi positif antarumat beragama.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Dr. H. Zaenuri, S.Ag., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus merawat keharmonisan antarumat beragama di tengah dinamika kehidupan berbangsa. Zaenuri mengungkapkan, “Kegiatan ini kita adakan bekerja sama dengan MUI Pusat dan berkomunikasi dengan seluruh perwakilan pemeluk agama. Harapan kami, embrio kerukunan di kampus ini bisa terus dikembangkan ke seluruh Indonesia. Untuk merawat kerukunan bangsa dan NKRI, kita perlu kerja keras serta komunikasi yang bagus antara pemerintah, perguruan tinggi, dan para pemeluk agama.”

Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun persatuan yang lebih mendalam yang tidak hanya berhenti pada pemahaman tentang toleransi. Rektor menyampaikan, “Bicara tentang moderasi beragama, kita sebetulnya tidak lagi bicara pada tahapan toleransi, tapi kita bicara pada unity. Toleransi itu kesan awalnya masih ada yang terpaksa, tapi kalau unity, kita menyadari bahwa kita memiliki banyak kesamaan sebagai sesama manusia. Mudah-mudahan dengan semakin banyaknya pergelaran kegiatan seperti ini, kita tidak hanya sekadar berdiskusi, tetapi juga bisa memberikan semangat dan teladan dalam membangun unity bangsa.”

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Buya Dr. H. Amirsyah Tambunan, memaparkan materi kunci mengenai pentingnya merawat kerukunan melalui penguatan Islam Wasathiyah. Berdasarkan data Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kementerian Agama RI tahun 2025, skor nasional tercatat di angka 77,89 dengan kategori tinggi. Meskipun dimensi toleransi secara nasional berada di angka tinggi yakni 88,82 dan kesetaraan di angka 79,35, dimensi kebersamaan secara nasional masih berada di angka 65,49, yang menunjukkan bahwa tantangan berikutnya adalah mengubah sikap menerima perbedaan menjadi partisipasi dan kerja bersama. Khusus untuk Provinsi Banten, skor KUB tercatat sebesar 75,85 dengan rincian dimensi toleransi mencapai 91,43, kesetaraan 79,62, dan kebersamaan 56,50. Data tersebut menegaskan pentingnya prioritas aksi nyata di lingkungan kampus, mulai dari membangun jejaring mahasiswa lintas agama, menjalankan proyek sosial bersama, mengadakan dialog berkala, hingga mencegah hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital.

Penguatan Islam Wasathiyah yang mencakup sepuluh prinsip utama seperti jalan tengah (tawassuth), keseimbangan (tawazun), lurus dan tegas (i’tidal), toleransi (tasamuh), egaliter (musyawarah dan musawah), reformasi (islah), prioritas (awlawiyah), dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikar), serta berkeadaban (tadhabbur) dinilai sangat krusial dalam menyelamatkan peradaban manusia yang aman dan damai serta menghindari berbagai konflik maupun fobia terhadap ajaran agama. Amirsyah menegaskan bahwa “Islam di berbagai belahan dunia memberikan solusi melalui penguatan pemahaman Islam Wasathiyah, dengan visi menyelamatkan peradaban manusia yang aman juga damai sehingga terhindar dari berbagai konflik”. Ukhuwah yang meliputi ukhuwah islamiyah, wathaniyah, dan basyariyah juga menjadi pilar penting dalam menjaga harmoni demokrasi dan meraih kesejahteraan.

Sebagai rangkaian penutup acara, dilakukan penyerahan cenderamata antara pihak MUI Pusat dan UIN SMH Banten sebagai bentuk apresiasi serta penguatan hubungan kerja sama. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama para tokoh dan pimpinan lintas agama, panitia, serta tamu undangan. Melalui penyelenggaraan Mimbar Moderasi Beragama ini, UIN SMH Banten berharap nilai-nilai kedamaian, saling menghormati, dan kerukunan dapat semakin mengakar serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam merawat kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

The post UIN SMH Banten Gelar Mimbar Moderasi Beragama, Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama di Kalangan Generasi Muda appeared first on Spirituality, Intellectuality, Professionality.

   

Tinggalkan Balasan