HumasUIN – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini berlangsung pada Selasa (13/10/2026) di Ruang Rapat Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Gedung C lantai 2, Jakarta.
Prosesi penandatanganan dihadiri langsung oleh Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., yang didampingi oleh Wakil Rektor III dan Tim Bagian Kerja Sama UIN SMH Banten. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., Rektor Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA), serta jajaran pimpinan Kemendikdasmen.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan perguruan tinggi serta menegaskan pentingnya menjaga martabat Bahasa Indonesia di lingkungan akademik. Hafidz menekankan pentingnya penguasaan bahasa melalui kepemilikan Sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi civitas akademika. Menurutnya, sertifikat UKBI menjadi salah satu indikator utama kompetensi bagi para dosen maupun mahasiswa sebelum menyelesaikan masa studi.
Selain itu, Hafidz menjelaskan program utama penguatan literasi dan berharap kampus dapat mengambil peran aktif melalui program pengabdian masyarakat.

“Kami sangat berharap perguruan tinggi dapat berpartisipasi dalam penguatan literasi. Melalui pengabdian masyarakat, mahasiswa dapat melaksanakan kuliah tematik untuk mendampingi pemanfaatan buku bermutu di sekolah-sekolah, baik perpustakaan maupun tugas belajar. Kami juga menyediakan modul agar kegiatan tematik tersebut dapat dikembangkan menjadi festival literasi di sekolah,” ujar Hafidz.
Hafidz juga menambahkan bahwa fokus ketiga dari kerja sama ini adalah pelindungan bahasa dan sastra daerah sebagai upaya melestarikan kebudayaan lokal sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., menyampaikan komitmen kampus dalam menjaga eksistensi bahasa daerah di Banten. Prof. Ishom mengungkapkan bahwa UIN SMH Banten telah menyusun kamus Bahasa Jawa Serang serta menerbitkan buku khutbah bernuansa moderasi beragama menggunakan Bahasa Jawa Serang dan Sunda.

“Sebagai wujud mempertahankan eksistensi bahasa lokal, kami telah mendistribusikan dan menyosialisasikan buku khutbah moderasi beragama berbahasa daerah ke masjid-masjid di wilayah Pandeglang, Lebak, hingga Serang. Ke depan, UIN SMH Banten juga berencana membuka Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia,” ungkap Prof. Ishom.
Adapun ruang lingkup kerja sama antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen dengan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mencakup enam poin utama:
Pelaksanaan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra Indonesia serta daerah.
Pelaksanaan pendidikan, pengajaran, penelitian, pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui kegiatan seminar, lokakarya, atau Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion).
Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan program penerjemahan.
Pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).
Pelaksanaan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Melalui sinergi ini, UIN SMH Banten dan Badan Bahasa Kemendikdasmen berharap dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus melestarikan bahasa daerah di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten.
The post Komitmen Jaga Bahasa Lokal, UIN SMH Banten Sepakati Kerjasama dengan Badan Bahasa Kemendikdasmen appeared first on Spirituality, Intellectuality, Professionality.

